Rabu, 13 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Boyolali
Kejari Gencar Lakukan Sosialisasi

Dua Kasus Korupsi Siap Disidangkan

11 Desember 2018, 14: 25: 56 WIB | editor : Perdana

BERBAGI SEMBARI SOSIALISASI: kejhadi bagikan payung dan kaos untuk memperingati Hari Anti Korupsi di Kabupaten Karanganyar.

BERBAGI SEMBARI SOSIALISASI: kejhadi bagikan payung dan kaos untuk memperingati Hari Anti Korupsi di Kabupaten Karanganyar. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Karanganyar Suhartoyo mengaku, sampai dengan saat ini pihak dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Karanganyar sudah melakukan penanganan hukum terkait dengan tindak pidana korupsi. Yakni sebanyak 6 kasus tindak pidana korupsi yang ada di Bumi Intanpari.

Suhartoyo menjelaskan enam kasus dugaan korupsi yang ditangani oleh Kejari yakni diantaranya tiga kasus korupsi yang saat ini sudah masuk putusan, lalu dua kasus lagi masih dalam tahap penyelidikan, dan satu kasus lainnya masuk dalam tahap penyidikan hingga sudah menetapkan sebagai tersangka.

”Di tahun 2018 ini, sejak Januari sampai dengan bulan November lalu, sesuai dengan data yang kami terima, ada enam kasus yang sudah kami tangani,” jelas Kajari  Karanganyar saat ditemui sejumlah wartawan usai upacara peringatan Hari Anti Korupsi di halaman kantor Kajari, kemarin (10/12).

Lebih lanjut diungkapkan Kajari,  perkara yang saat ini sudah masuk dalam kejaksaan yakni tiga kasus yang sudah putusan. Yang mana salah satu kasus adalah limpahan dari Polri, yakni terkait dengan salah satu pembangunan lokasi wisata di Karanganyar.

Sementara itu satu kasus yang sudah masuk dalam tahap penyidikan serta sudah ada penetapan tersangkanya, yakni perkara proses menipulasi data asset tanah milik pemerintah yang diubah menjadi asset milik pribadi. Dimana tersangka dalam kasus tersebut yakni melibatkan mantan kepala Desa Giri Layu.

”Untuk yang dua kasus ini, saat ini masih dalam tahap penyelidikan. Jadi masih dalam pengumpulan data dan barang bukti,” terang Kajari.

Disisi lain, tak hanya menggelar kegiatan upacara peringatan di halaman kantor, Kejaksaan Negeri Karanganyar juga melakukan aksi sosial sebagai bentuk peringatan Hari Anti Korupsi di perempatan Papahan. Aksi ini dengan membagikan payung dan sejumlah kaos yang bertuliskan ajakan untuk tidak melakukan korupsi meski sekecilpun.

”Kami sengaja memberikan payung itu, karena ada filosofinya. Payung itu untuk menghindari kita atau mengamankan tubuh kita dari panas dan hujan. Jadi ada juga istilah payung hukum, nah kami harapkan agar masyarakat itu terhindar dari masalah hukum dan terlindungi. Term,asuk menghindari kasus korupsi,” jelas Suhartoyo. (rud/nik)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia