Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Klaten

The Best Lurik Go International

11 Desember 2018, 20: 19: 30 WIB | editor : Perdana

ANGGUN DAN CANTIK: Fashion show batik dan lurik ditampilkan dalam IWAPI Show di Pendapa Monumen Juang 45 Klaten, Minggu (9/12) malam.

ANGGUN DAN CANTIK: Fashion show batik dan lurik ditampilkan dalam IWAPI Show di Pendapa Monumen Juang 45 Klaten, Minggu (9/12) malam. (ANGGA PURENDRA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN  – Sebanyak 15 desainer wanita asal Klaten pamerkan rancangan busana yang didominasi lurik. Pada gelaran fashion show di Pendapa Monumen Juang 45 Klaten, Minggu (9/12) malam. Menariknya, dari sejumlah busana lurik yang ditampilkan di atas catwalk, sudah menggung di pentas dunia.

Fashion show ini merupakan gebrakan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Cabang Klaten. Karena baru pertama kalinya digelar di Kota Bersinar, tak pelak fashion show mampu meraih perhatian penonton. Bahkan rencananya ajang serupa akan digelar rutin setiap tahunnya.

”Tema yang kami angkat kali ini terkait Klaten yang kaya budaya. Terutama pada kain tradisionalnya seperti batik dan lurik. Sebelumnya Klaten belum pernah mengadakan fashion show seperti ini. Sehingga bisa ikut memajukan sektor pariwisata,” jelas penanggung jawab acara fashion show, Astrid Ediati kepada Jawa Pos Radar Solo.

Berbagai busana lurik yang ditampilkan sudah pernah dipamerkan di luar negeri. Mulai dari Qatar hingga Kanada. ”Jika IWAPI tidak membuat acara seperti ini, kami tidak akan tahu kalau desain lurik sudah berkembang cukup pesat dan go international. Padahal di 2005 lurik untuk acara fashion show tidak seperti ini. Sekarang malah banyak desainer yang menggunakannya,” tandas Astrid.

Adapun 15 desainer yang terlibat yakni Thalita Candra, Isnaini Hidayati, Astrid Ediati, dan Erwina Ali. Ada pula Mimi Siska, Setyowati, Putri Isna Septiani, Melati Soedjarwo, Nova Sa'diah, Khori Widianti, dan Jumila Mila Mili. Serta Yoga Art by Eni V, Prasojo by Rani, dan Warisan Tenun Nusantara by Lissa Dewi.

Astrid mengaku fashion show kali ini mendapat respon positif dari para desainer. Tak sekadar jadi hiburan bagi masyarakat. Tapi juga merambah sisi bisnis. ”Bisa menjadi wadah bagi desainer asal Klaten untuk terus berkarya,” ujarnya.

Ketua IWAPI Klaten, Erwina Kusumarini mengaku takjub dengan antusias para penonton terhadap gelaran fashion show. Ia berharap ajang serupa rutin digelar dengan tema berbeda. ”Targetnya regenerasi. Sehingga sentra konveksi di Klaten hidup kembali. Saling berjejaring dan bergandengan tangan,” urainya. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia