Rabu, 13 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

BPJS Kesehatan Terus Galakkan Sosialisasi OSS

12 Desember 2018, 07: 00: 59 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surakarta, Agus Purwono sosialisasi OSS di Megaland Hotel.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surakarta, Agus Purwono sosialisasi OSS di Megaland Hotel. (SERAFICA GISCHA P/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - BPJS Kesehatan Cabang Surakarta intens menggelar sosialisasi Online Single Submission (OSS) untuk memudahkan pendaftaran Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Kali ini, sosialisasi menyasar pelaku usaha di Megaland Hotel Solo, Selasa (11/12).

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surakarta, Agus Purwono mengatakan, kegiatan ini dalam rangka pengenalan layanan perizinan yang terintegrasi secara online. Atau yang lebih dikenal OSS. Dengan sistem ini, semua data yang masuk ke pemerintah maupun BPJS Kesehatan, akan terintegrasi dengan jelas. 

OSS sendiri merupakan perizinan berusaha yang diterbitkan Lembaga OSS untuk dan atas nama menteri, pimpinan lembaga, gubernur atau bupati/wali kota. Kepada pelaku usaha melalui sistem elektronik yang terintegrasi.

Sesuai PP Nomor 24 tahun 2018 mengenai pelayanan perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik, menerangkan pelaku usaha yang telah mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB), sekaligus terdaftar sebagai peserta jaminan kesehatan dan jaminan sosial ketenagakerjaan. 

”Sistem OSS dibangun dalam rangka percepatan dan peningkatan penanaman modal. Menerapkan perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik. Dengan sistem ini, memberikan kemudahan pendaftaran Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) kepada pelaku usaha,” kata Agus kepada Jawa Pos Radar Solo.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Surakarta, Toto Amanto menambahkan, OSS sudah diterapkan pemerintah sejak Juli 2018. Memudahkan administrasi badan usaha.

Untuk daerah, perlu pendampingan dan sosialisasi secara berkala. Agar semua pihak memiliki satu pemikiran. Bagi BPJS Kesehatan, aplikasi OSS berguna untuk memudahkan badan usaha mendaftarkan pekerja dan anggota keluarganya. Sebagai penerima manfaat Program JKN-KIS dan pembayaran iuran.

”Dulu kerja sama yang kami lakukan dengan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan. Masih secara manual. Kini sudah menggunakan sistem yang mengerucut di pusat. Kerja sama ini tetap sama, menertibkan badan usaha untuk mendapatkan izin usahanya. Dengan sistem yang ada, tentu akan lebih memudahkan dalam pemantauan,” tandasnya.

Melalui portal-portal pendaftaran yang dikembangkan BPJS Kesehatan, diharapkan pemberi kerja dalam hal ini pemerintah dan swasta mendaftarkan seluruh pekerja dan anggota keluarganya pada Program JKN-KIS. Melalui kanal pendaftaran OSS, Portal Bersama BPJS, dan Edabu. Agar target Universal Health Coverage (UHC) di awal 2019 tercapai. (adv/gis/fer)

(rs/gis/fer/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia