Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Sukoharjo
Pilkades Memanas Bisa Diredam

Di Desa Blimbing, Panitia Diduga Akan Coblos 2 Surat Suara

12 Desember 2018, 14: 55: 11 WIB | editor : Perdana

KONDUSIF: Bupati Wardoyo Wijaya dan Kapolres AKBP Iwan Saktiadi cek pilkades Gentan kemarin (11/12).

KONDUSIF: Bupati Wardoyo Wijaya dan Kapolres AKBP Iwan Saktiadi cek pilkades Gentan kemarin (11/12). (RYANTONO P.S./RADAR SOLO )

Share this      

SUKOHARJO – Pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di Desa Blimbing, Kecamatan Gatak sempat memanas, Selasa (11/12). Hal tersebut dipicu adanya dugaan anggota panitia pemilihan yang hendak mencoblos dua kali. Namun, kasus tersebut segera terselesaikan. 

Camat Gatak Sumirahayu mengatakan,peristiwa tersebut terjadi di tempat pemungutan suara (TPS) 01 Desa Blimbing. Salah seorang panitia pilkades terlihat membawa dua surat suara. Namun, saat hendak mencoblos, salah seorang saksi memergokinya.

"Belum sampai mencoblos surat suaranya lalu diketahui saksi dan dilaporkan ke muspika (musyawarah pimpinan kecamatan) muspika. Kita segera lakukan klarifikasi," jelasnya.

Hasil klarifikasi, anggota panitia pilkades tersebut mengaku hendak mencobloskan adiknya yang mengalami gangguan mental. "Kita sudah kumpulkan panitia dan calon kepala desa. Semua sudah menerima. Tidak ada yang dirugikan," ungkap Sumirahayu. 

Kapolsek Gatak AKP Yulianto mewakili Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi mengatakan, kasus tersebut tidak berlanjut ke jalur hukum karena diselesaikan secara kekeluargaan. 

Menurut Yulianto, anggota panitia pilkades yang hendak mencoblos dua surat suara tersebut bukan lantaran disengaja. Sebab, yang bersangkutan juga memiliki hak pilih dan hendak mencobloskan adiknya yang mengalami gangguan mental. "Tidak ada persoalan lagi. Sudah ada surat pernyataan juga," terangnya.

Sementara itu, dari delapan desa yang calon kepala desa (cakades)-nya pasangan suami istri (pasutri), terdapat tujuh desa yang dimenangkan suami, dan satu desa dikuasai istri. 

Tujuh desa dengan kemenangan suami yakni Klumprit, Sidorejo, Mojorejo, Bugel, Puron, Kogokan, dan Wirun. Sedangkan yang dimenangkan sang istri yakni Desa Sanggung. "Kalau nama masih kita data," jelas Kabag Pemerintahan Desa (Pemdes) Pemkab Sukoharjo Setyo Aji Nugroho.

Di lain sisi, Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi mengimbau para pendukung cakades yang mendapatkan suara terbanyak tidak melakukan konvoi dan lebih saling menghargai. Terkait potensi botoh tak ditemukan.

"Kami perintahkan tetap menjaga kondusivitas daerah. Saling menjaga perasaan dan tidak boleh konvoi kendaraan saat merayakan kemenangan," tandasnya.

Iwan menyarankan agar  pemenang pilkades merangkul semua elemen untuk bersama-sama membangun desa. “Pasukan tetap berjaga dan belum ada penarikan anggota dari desa sampai ada instruksi lanjutan," ungkapnya.

Pada pencoblosan kemarin, Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya langsung memantau di Desa Langenharjo, Kecamatan Grogol; Desa Gentan, Kecamatan Baki; dan Desa Makamhaji, Kecamatan Kartasura. Bupati menilai antusiasme masyarakat menggunakan hak suaranya cukup tinggi.

“Dilihat dari animo masyarakat datang ke TPS ada sekitar 65 persen (hingga pukul 09.30, Red). Sampai penutupan diharapkan partisipasi pemilih terus meningkat," ujarnya. (yan/wa)

(rs/yan/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia