Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Curiga Penyimpangan, Warga Geneng Lapor Inspektorat 

12 Desember 2018, 15: 05: 38 WIB | editor : Perdana

LAPOR: Masyarakat Desa Geneng saat berada di kantor Inspektorat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo. 

LAPOR: Masyarakat Desa Geneng saat berada di kantor Inspektorat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo.  (RYANTONO P.S./RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO – Pemerintah Desa Geneng dilaporkan masyarakat ke Inspektorat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo. Mereka mencurigai beberapa pengerjaan proyek didesa tersebut bermasalah. Terkait hal ini, Inspektorat akan melakukan pengecekan lapangan. 

Warga sekaligus anggota Forum Masyarakat Peduli Desa (FMPD) Geneng Andri Kristiyanto mengatakan, pihaknya sudah memasukan laporan tersebut sejak 28 November 2018 lalu. Dia mengatakan, kecewa dengan pengelolaan dana desa. Mereka menuding pelaksanaan tidak sesuai dengan petunjuk teknis dari pemerintah dan tidak berpedoman pada Permendes No.19 tahun 2017. 

Selain itu, selama ini tidak ada transparansi dalam laporan pengerjaan Dana Desa pada masyarakat. Mereka juga mengaku sudah melakukan pengecekan di beberapa titik lokasi pembangunan. ”Kami curiga adanya ada kejanggalan pada ukuran volume pengerjaan. Apalagi pada pelaksanaan tertulis TPK dan masyarakat. Padahal kenyataan masyarakat tidak dilibatkan,” papar dia. 

Berdasarkan hal tersebut mereka kemarin (12/12) kembali mendatangi inspektorat untuk menanyakan sejauhmana tindaklanjut dari laporan yang telah mereka berikan. Mereka sudah bertemu dengan pihak inspektorat. Mereka berharap laporan mereka segera ditindaklanjuti agar kebenaran segera diketahui. 

Sementara itu, Inspektur Sukoharjo Djoko Poernomo mengatakan, memang benar ada laporan dari Forum Masyarakat Peduli Desa (FMPD) Geneng. Namun, untuk menindaklanjuti laporan tersebut pihaknya menunggu waktu yang tepat yakni usai Pilkades. ”Kami akan tindaklanjuti laporan tersebut dengan membentuk tim,” papar dia. 

Dia mengatakan, sengaja menunggu usai Pilkades untuk menjaga kondusifitas wilayah.  Yang jelas pihaknya akan melakuan klarifikasi terlebih dahulu pada pihak desa. Hal ini bertujuan untuk mencari kebenaran apa yang terjadi. Hal tersebut penting untuk melihat fakta dilapangan. 

Djoko mengatakan, sudah menandatangani surat tugas untuk tim yang akan melakukan klarifikasi dilapangan nanti. ”Kita akan cek terlebih dahulu bagaimana kebenarannya dilapangan,” papar dia. (yan)

(rs/yan/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia