Sabtu, 07 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Klaten

Evaluasi Setahun Sambang Warga, Mayoritas Mengeluh Jalan Rusak

13 Desember 2018, 13: 00: 59 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

Bupati Klaten Sri Mulyani Sambang Warga di Desa Kepurun, Kecamatan Manisrenggo.

Bupati Klaten Sri Mulyani Sambang Warga di Desa Kepurun, Kecamatan Manisrenggo. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN - Bupati Klaten Sri Mulyani telah menyelesaikan program Sambang Warga ke-26, Rabu (12/12). Acara pamungkas bertempat di Desa Kepurun, Kecamatan Manisrenggo. Acara dikemas lewat dialog interaktif. Nah, momentum ini dimanfaatkan warga untuk menyampaikan keluhan terkait kondisi jalanan yang rusak.

Sri Mulyani mengakui, selama ini keluhan dan saran diutarakan secara langsug oleh warga. Mayoritas terkait infrastruktur jalan. Pihaknya berjanji bakal melanjutkan pembangunan infrastruktur, khususnya jalan yang tahun ini belum dipihaki.

”Pemerintah ingin mendekatkan diri secara langsung ke desa-desa yang kami kunjungi. Bagaimana dengan perkembangan pembangunan di pemerintah desa dan kecamatan agar kami langsung mengetahui,” ucap Sri Mulyani.

Melalui Sambang Warga, pemkab bakal mengawal pembangunan yang ada di daerah. Meminta pemerintah kecamatan dan desa untuk memprioritaskan pembangunan infrastruktur. Termasuk sarana dan prasana, serta berupa fasilitas umum.

Tahun ini, pemihakan pada infrastruktur jalan, baik peningkatan dengan aspal dan betonisasi sudah menjadi prioritas. Mendukung dan memastikan roda perokoniman di daerah bisa berjalan baik. Tahun depan, ada sejumlah titik jalan yang akan dilakukan pembangunan.

”Sambang warga sudah dijadwalkan para paguyuban camat. Jadi saya tinggal mengikuti jadwalnya. Kegiatan serupa akan kami gelar tahun depan. Tetapi ada tambahan lagi, yakni Sambang BUMDes. Mengunjungi desa-desa yang sudah punya BUMDes,” terang Sri Mulyani.

Camat Manisrenggo, Wagiya Gambir mengapresiasi program Sambang Warga. Terlebih lagi kunjungan kerja ke Kecamatan Manisrenggo menjadi hal yang paling ditunggu warga karena sebelumnya sempat tertunda dua kali.

“Warga memang cukup antusias menyambut kedatangan bupati. Karena mereka bisa langsung bertatap muka. Apa yang menjadi harapan warga langsung diutarakan. Contohnya Karang Taruna Kepurun minta bantuan peralatan olaharaga. Bupati langsung mengarahkan membuat proposal yang nantinya akan diberikan bantuan Rp 3 juta,” ujar Gambir.

Gambir juga meminta pengembangan UMKM di Kecamatan Manisrenggo. Khususnya olahan makanan bakpia, keripik tempe, hingga durian. Harapannya ada pelatihan kepada warga. Sehingga bisa menjadi bekal pengelolaan usaha berbasih kemandirian.

”Tahun depan kami akan mengembangkan Kota Bunga Sejuta Warna. Termasuk mengembangkan para pelaku UMKM,” bebernya. (ren/fer)

(rs/ren/fer/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia