Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Ada Lonjakan Harga Tak Wajar, Laporkan

13 Desember 2018, 14: 00: 59 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

Salah seorang pedagang bawang di Sunday Market Solo Baru.

Salah seorang pedagang bawang di Sunday Market Solo Baru. (RYANTONO P.S./RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO - Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Sukoharjo terus melakukan antisipasi adanya lonjakan harga tak wajar. Salah satunya dengan mengumpulkan para pedagang. Kegiatan tersebut dimaksud untuk menjaga stabilisasi harga.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Sukoharjo Sutarmo mengatakan, saat ini harga memang masih terpantau stabil. Namun, melihat akhir tahun ini ada agenda pergantian tahun dan Natal. Pihaknya perlu melakukan antisipasi agar tidak ada lonjakan harga yang tidak wajar.

”Kami beritahu pedagang kalau ada gejolak harga tak wajar laporkan pada petugas,” papar dia.

Pihaknya akan segera menerjunkan tim untuk melakukan pengecekan dilapangan. Meneliti penyebab lonjakan harga tersebut. Untuk itu, pihaknya sudah mengumpulkan para pedagang memberitahukan antisipasi lonjakan harga ini.

Tujuan lain mengumpulkan pedagang ini adalah untuk mengetahui stok yang ada dan harga saat ini. Dinas juga berkoordinasi dengan Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) dan Bulog. Hal ini terkait langkah bersama bila terjadi lonjakan harga nanti.

”PPI sebagai BUMN yang bergerak di bidang perdagangan juga mendapat mandat dalam mendistribusikan bahan pokok dan terlibat langsung dan menjadi bagian dalam mekanisme pasar,” papar dia.

Sementara itu, dalam pertemuan dengan pedagang Wakil Kepala Subdivre Surakarta Sugeng Hardono mengatakan, Bulog juga selaku instansi yang berwenang dalam mendistribuksikan beras pemerintah. Mereka melalui program Gerakan Stabilisasi Harga Pangan (GSHP) ikut bertanggung jawab dalam menjaga stabilitas beras.

Selain itu, juga termasuk ketersediaan beras medium melalui pendistribusian Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Khusus untuk pendistribusian beras, secara teknis masih akan dikoordinasikan bersama. Distribusi beras nantinya akan dilakukan sampai desa/kelurahan melalui BUMDes, koperasi atau UKM yang ada di desa setempat.

(rs/yan/fer/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia