Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Boyolali

Menara Jagung Kini Berlapis Perunggu

14 Desember 2018, 06: 00: 59 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

Menara Jagung dari tembaga sudah dipasangan di Bulevard Ir. Sokarno dan Jalan Jensud.  Menara Jagung Berlapis Tembaga.

Menara Jagung dari tembaga sudah dipasangan di Bulevard Ir. Sokarno dan Jalan Jensud. Menara Jagung Berlapis Tembaga. (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI - Renovasi Menara Jagung terus berlanjut. Terbaru, lapisan menara yang terbuat dari bahan tembaga sudah mulai terpasang, Rabu (12/12). Jagung dari bahan tembaga ini memiliki tinggi 17 meter dengan diameter 3,5 meter.

”Hari ini (kemarin) mulai kami pasang lapisan tembaganya di menara jagung,” terang Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Boyolali, Parwoto kepada Jawa Pos Radar Solo.

Parwoto menyebut Menara Jagung dari tembaga ini untuk mengantikan jagung asli yang sebelumnya terpasang. Ribuan jagung asli disusun tinggi menjadi landmark bagi Kota Susu. Dipasang pertama kali sejak 2016. Sekaligus memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS), 2016 silam.

Karena terbuat dari jagung asli, keawetannya tak terjaga. Lama-kelamaan jagung menghitam diserang jamur. Pemkab Boyolali pun berniat mengganti Menara Jagung dengan bahan tembaga. Lempengan tambaga dipahat menyerupai butiran–butiran jagung.

”Anggarannya senilai Rp 850 juta,” sebut Parwoto.

Adinda Sukma, 26, warga Boyolali mengapresiasi langkah pemkab. Mengganti Menari Jagung dengan tembaga.

”Sangat mendukung. Karena selama ini kondisi menara sudah lapuk dan kurang sedap dipandang,” ujarnya. (wid/fer)

(rs/wid/fer/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia