Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Devisa Instant dari Pariwisata Upaya Batasi Defisit Neraca

15 Desember 2018, 14: 30: 59 WIB | editor : Perdana

ANDALAN: Wisatawan berkunjung ke Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, baru-baru ini.

ANDALAN: Wisatawan berkunjung ke Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, baru-baru ini. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Membatasi defisit neraca yang saat ini terjadi, diperlukan strategi yang tepat Salah satunya melalui penerapan devisa instant. Salah satunya strategi yang dianggap potensial, yakni mendongkrak sektor pariwisata.

Deputi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Surakarta, Taufik Amrozy menjelaskan, berbagai upaya dilakukan untuk mengatasi defisit neraca. Termasuk meningkatkan devisa negara. Dan sektor pariwisata dibidik untuk mendongkrak devisa negara.

”Sudah banyak contohnya. Negara yang mengandalkan sektor pariwisata, saat ini ekonominya cukup baik. Seperti Thailand dan Malaysia contohnya,” kata Taufik kepada Jawa Pos Radar Solo di KPwBI Surakarta, Jumat (14/12).

Pemerintah sendiri sudah memulainya dalam beberapa waktu terakhir. Akhirnya berbuah manis. Bali menjadi destinasi terbaik dalam World Top Destination 2017. Nah, saat ini ada 10 destinasi lainnya yang dikemas seperti Bali. Diharapkan destinasi baru ini bisa menyamai kesuksesan Pulau Dewata.

”Terbukti Bali ini mengalahkan kota-kota besar yang kunjungan wisatanya sudah baik. Maka diharapkan ke depannya bisa diikuti kota-kota lain,” beber Taufik.

Kepala KPwBI Surakarta, Bandoe Widiarto menambahkan, di Eks Karesidenan Surakarta, cukup banyak destinasi wisata yang bisa diandalkan. Termasuk Candi Borobudur lokasinya cukup dekat dengan Kota Solo.

Maka dari itu, mulai saat ini tantangan harus sudah mulai dipetakan. Tentunya harus ada konektivitas, aksesbilitas, dan kampanye yang dilakukan semua pihak. ”Apalagi Kota Solo ini juga punya potensi wisata memadai,” urainya.

Adanya potensi wisata yang bagus di daerah, maka dampak ekonomi bakal terangkat. Dipastikan inflasi ikut terkendali. ”Salah satunya yang bisa dilihat Banyuwangi. Pariwisata maju, ekonomi stabil, dan inflasi terkendali,” tegas Bandoe. (vit/fer)

(rs/vit/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia