Minggu, 24 Mar 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

Bawaslu Antisipasi Pemilih Siluman 

15 Desember 2018, 17: 15: 59 WIB | editor : Perdana

KEWASPADAAN: Salah satu warga Sragen menunjukkan e-KTP yang sesuai dengan identitas pribadinya

KEWASPADAAN: Salah satu warga Sragen menunjukkan e-KTP yang sesuai dengan identitas pribadinya (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

SRAGEN – Peran Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) menjelang pemilihan umum (Pemilu) kerap menjadi perhatian. Salah satu yang perlu diwaspadai pengawas di tempat pemungutan suara (TPS), yakni dana pemegang e-KTP tidak sesuai identitasnya yang dibawanya. Situasi ini bisa membuat kekhawatiran bisa mengakibatkan penggelembungan daftar pemilih tetap (DPT).

Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sragen Dwi Budhi Prasetyo menyampaikan untuk pengawasan e-KTP di TPS harus teliti. Patut diwaspadai juga orang yang memilih dengan menggunakan  e-KTP milik orang lain.

”Kalau kita mengawasi yang bawa KTP itu sesuai dengan identitasnya atau tidak. Tapi di pengawas TPS ini otomatis warga sekitar, jadi tahu dan kenal orang di lingkungannya,” jelasnya.

Pihak menekankan patut mewaspadai orang asing yang tiba-tiba ingin mencoblos. Jika memang cukup mencurigakan, sebelum dilakukan pencoblosan ditahan dulu untuk memastikan identitasnya. Pihaknya menjelaskan harus menunjukkan e-KTP jika hendak menggunakan hak pilih.

Sementara itu Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Sragen H. Wahyu Lwiyanto menekankan keping KTP tidak bisa menambah data DPT. Misalkan KTP yang tercecer atau hilang tidak bisa menambah DPT, karena sudah masuk data DPT. 

”Misalnya kita cetak lagi, itu juga harus ada surat kehilangan dari kepolisian,” tuturnya.

Dia menyampaikan jumlah data di suatu daerah terkoneksi dengan pusat. Sehingga bisa diketahui penduduk di daerah yang memiliki hak pilih, sehingga tidak bisa digelembungkan. ”Misal ada 100 ribu digelembungkan menjadi 120 ribu. Lah gimana caranya menambahkan 20 ribu orang tadi?” tuturnya.

Selain itu, pihaknya memastikan untuk pengawasan di TPS juga teridentifikasi. Lantaran pemilih di suatu TPS juga akan memantau penduduk sekitar atau bukan. ”Akan ketahuan, karena pengawas masing-masing TPS warga sekitar, KPPS juga warga sekitar, dan saksi juga warga sekitar. Jika ragu-ragu silahkan pakai card reader, akan terlihat KTP yang dibawa masuk database atau bukan,” jelasnya. (din/nik)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia