Rabu, 13 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Klaten

Dewan Kesenian Digelontor Rp 2 Miliar dari Dana Hibah

15 Desember 2018, 20: 05: 59 WIB | editor : Perdana

TRADISI LOKAL: Festival Campursari tingkat kabupaten yang diselenggarakan Dewan Kesenian di Halaman Gedung Sunan Pandanatan RSPD Klaten, baru-baru ini.

TRADISI LOKAL: Festival Campursari tingkat kabupaten yang diselenggarakan Dewan Kesenian di Halaman Gedung Sunan Pandanatan RSPD Klaten, baru-baru ini. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Dewan Kesenian (Wankes) Klaten mendapat alokasi anggaran fantastis. Sebesar Rp 2 miliar pada 2019 nanti. Jumlah ini mengalami kenaikan dari yang diterima pada 2018. Melalui dana hibah sebesar Rp 1,3 miliar saja. Sejumlah pagelaran kesenian pun disiapkan tahun mendatang.

Ketua Harian Dewan Kesenian Klaten, F.X. Setyawan menjelaskan, anggaran tahun depan sudah ditetapkan. Penggunaanya nanti dijabarkan melalui enam cabang seni. Terbagi dalam 14 komite. Mulai dari sastra, tari, musik, teater, audiovisual dan seni rupa.

Anggaran yang diterima tahun mendatang akan terbagi merata pada 14 komite. Wankes menegaskan tidak akan menonjolkan salah satu cabang seni saja. Tetapi seluruh kesenian akan mendapatkan pemihakan. Sehingga pengembangan tetap bisa dilakukan di seluruh komite.

”Selama ini kami kembangan berbagai kegiatan yang merujukan pada Tri Karsa. Kami kembangkan seluruh komite dengan ngurepke, ngurupke, dan ngirapke.  Menjadikan Klaten yang maju, mandiri, dan berdaya saing,” kata Setyawan kepada Jawa Pos Radar Solo di sela Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Wankes di Gedung RSPD Sunan Pandanaran, Jumat (14/12).

Melalui rakerda, dibahas berbagai capaian Wankes tahun ini. Mengevaluasi sejumlah pergelaran kesenian yang sudah berjalan. Jika ada kekurangan, bakal diperbaiki tahun depan. Termasuk merancang kegiatan kesenian yang akan dilaksanakan tahun depan.

Selain mengembangkan seluruh komite, juga akan digelar dua event spektakuler. Nantinya penyelenggaraannya melibatkan 14 komite dalam satu penampilan. Hanya saja untuk pemilihan momen penyelenggaraan, masih dilakukan pembahasan.

”Kami tidak ingin seperti kabupaten lainnya yang hanya mengundang seniman besar, langsung selesai begitu saja. Tidak ada pembinaan ke daerah. Sehingga menurut saya percuma. Kami akan fokuskan pengembangan pada kesenian yang hampir punah,” tandasnya.

Wankes mengapresiasi pengembangan kesenian ketoprak di Klaten dalam bentuk festival dan pergelaran. Sebab melibatkan kalangan pelajar hingga pejabat. Wankes kian optimistis jika Klaten layak dikukuhkan sebagai pusat pengembangan ketoprak.

Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Klaten, Pantoro berharap Wankes dapat memanfaatkan anggaran fantastis tersebut dengan baik. Terutama mengangkat berbagai kesenian yang masih minim perhatian untuk terus dilestarikan.

”Harapannya melalui program-program yang telah disusun Wankes nantinya dapat mencetak para generasi muda. Mampu melestarikan sekaligus mengembangkan berbagai kesenian yang ada di Klaten. Termasuk berbagai kelompok kesenian di Klaten kedepannya dapat terus hidup dan tumbuh,” tandas Pantoro. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia