Kamis, 18 Jul 2019
radarsolo
icon featured
Solo
Manfaatkan Videotron

Pemkot Incar Sumber Selain Iklan Rokok Untuk Videotron

15 Desember 2018, 17: 15: 59 WIB | editor : Perdana

SUMBANG PAD: Salah satu videotron yang dipasang di simpang tiga Sriwedari. 

SUMBANG PAD: Salah satu videotron yang dipasang di simpang tiga Sriwedari.  (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Tiga unit videotron berukuran sedang sudah terpasang di sejumlah titik Jalan Slamet Riyadi. Fasilitas tersebut digunakan untuk mengampanyekan program pemkot dan terlarang untuk iklan produk rokok.

Adapun titik videotron yakni di simpang tiga Kerten, simpang empat Gendengan dan simpang tiga Sriwedari. Ketiganya sudah terpasang sekitar dua pekan lalu dan beroperasi minggu ini. 

Untuk sementara videotron berukuran 2x1 meter itu menayangkan profil pariwisata Kota Bengawan, kuliner, oleh-oleh khas, serta aktivitas masyarakat Kota Solo sehari-hari “Nanti kontennya 60 persen berisi program pemkot dan 40 persen kita komersilkan. Pokoknya tidak ada iklan rokok,” ujar dia.

Iklan rokok, lanjut Rudy, secara tegas ditolak karena menjadi amanat forum anak Surakarta yang menghendaki tidak ada iklan rokok di tempat umum. Selain itu, iklan rokok juga berdampak pada penilaian Kota Layak Anak (KLA) secara nasional.

Pemkot juga telah siap menerima risiko tanpa iklan rokok. Sebab, berkaca pada videotron sebelumnya, konten komersil didominasi iklan rokok. Hal itu berpengaruh pada pendapatan yang diperoleh dari sektor papan iklan.

“Ra payu yo wis ben (tidak laku biarkan saja, Red). Yang penting kita berusaha maksimal untuk tidak menerima iklan rokok di videotron,” tegas wali kota.

Sebagai informasi, tiga titik videotron dibangun menggunakan APBD Kota Solo 2018 senilai Rp 980 juta. Anggaran tersebut satu paket dengan pengadaan running text pada sejumlah papan reklame di Kota bengawan.

Selain tiga titik tersebut, pemkot akan memasang satu videotron berukuran lebih besar di Jalan Mayor Sunaryo dengan anggaran lebih dari Rp 1 miliar.

“Ukurannya kalau tidak salah 4x8 meter. Kalau bisa kita kerja sama dengan CSR (corporate social responsibility) dari pihak swasta,” ungkapnya.

Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Surakarta Yosca Herman Sudrajat menerangkan, Kota Solo memiliki lima videotron. Yakni, dua videotron di tugu Makutha dan simpang empat Purwosari, ditambah tiga videotron baru. 

Pemasangan videotron difungsikan untuk mem-branding kota serta meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). “Pasti akan kita komersilkan, karena kita juga butuh biaya operasional untuk menghidupkannya,” ujarnya. (irw/wa

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia