Jumat, 19 Jul 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Sempit, Overpass Manahan Rawan Kecelakaan

18 Desember 2018, 08: 00: 59 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

Pertemuan arus kendaraan dari Jalan Adi Sucipto dan Jalan MT Haryono di titik Overpass Manahan rawan kecelakaan.

Pertemuan arus kendaraan dari Jalan Adi Sucipto dan Jalan MT Haryono di titik Overpass Manahan rawan kecelakaan. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Evaluasi dilakukan Pemkot dan Satlantas Polresta Surakarta usai uji coba Overpass Manahan, Senin pagi (17/12). Salah satu hal krusial adalah titik pertemuan antara kendaraan yang naik dari ruas Jalan MT Haryono dan Jalan Adi Sucipto, tepat di atas overpass. Jika pengendara tidak memperhatikan kecepatan, rawan memicu kecelakaan.

Kasatlantas Polresta Surakarta, Kompol Imam Safii membeberkan, di titik tersebut rawan terjadi crossing. Mengingat kendaraan dari Jalan MT Haryono dan Jalan Adi Sucipto akan bersatu di atas ketika hendak turun menuju arah Jalan Dr Moewardi.

“Ketika sampai di titik tersebut, kita harapkan masyarakat bisa saling bergantian, dan jangan kedepankan ego, karena bisa memicu lakalantas,” ujar Imam kepada Jawa Pos Radar Solo.

Selain itu, pengendara juga harus mematuhi batas kecepatan, di mana batas kecepatan maksimal 30 kilometer per jam. Hal ini agar tidak terjadi singgungan saat terjadi kepadatan arus lalu lintas.

“Dan tadi sudah disepakati, crossing-nya tidak memotong langsung, marginnya sangat landai,” imbuh Imam.

Disinggung kepadatan, Imam mengatakan, kawasan tersebut akan padat saat jam berangkat dan pulang kerja. Di luar jam tersebut diprediksi lenggang. Untuk memantapkan rekayasa lalu lintas, Rabu besok masih akan dilakukan simulasi dengan kendaraan umum. Nanti akan dilihat hasil selanjutnya.

Masalah berikutnya, lanjut Imam, ketika Overpass Purwosari mulai dibangun, sehingga secara otomatis jalur angkutan dan kendaraan yang melintas akan beralih lewat Overpass Manahan.

“Nanti masih ada kajian, apakah seluruhnya lewat sini atau sebagian, akan menjadi evaluasi ke depan kita, bagaimana cara mengantisipasi,” tuturnya.

Hal lain yang perlu diantisipasi adalah sistem u-turn yang ada di tiap ujung turanan overpass. Pihaknya bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Surakarta akan mengkaji kembali titik aman kendaraan bisa memutar balik.

“Rencananya akan kami beri barikade untuk memisah jalur. Nanti tetap kita beri akses sehingga kendaraan bisa berputar balik kira-kira berapa meter kendaraan bisa berputar balik. Selain itu akan kami tempatkan petugas jaga sehingga bisa mengatur kendaraan serta mengimbau pengendara. Ketika nanti kita lihat ada kendaraan yang sekiranya membahayakan saat putar balik, akan kita tindak tegas,” papar Imam.

Dijumpai di lokasi, Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo mengutarakan hal serupa. Titik rawan terjadi di atas Overpass Manahan.

“Tinggal masyarakat Solo menyesuaikan, karena pertama kali Kota Solo ada overpass. Terutama soal kecepatan saat melintas di sana,” katanya.

Ditambahkan Rudi, untuk pejalan kaki dan sepeda angin dilarang lewat atas Overpass Manahan. Nantinya mereka akan disiapkan jalur pedestrian di sisi timur overpass.

“Nanti akan dipasang rambu larangan sepeda dan pejalan kaki naik ke atas,” ujarnya.

Sedangkan untuk fasilitas pendukung, Rudy meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Surakarta  segera mengebut penataan kawasan Overpass Manahan. Termasuk sarana dan prasarana infrastruktur pendukung, seperti pengaspalan jalan sayap kiri dan kanan di sekitar overpass. 

“Termasuk soal pembebasan lahan, serta pemindahan dua tiang listrik di sisi kiri overpass di Jalan MT Haryono,” paparnya.

Dengan dibukanya Overpass Manahan, maka diharapkan akan mengurangi kepadatan lalu lintas di ruas jalan Kota Bengawan, terutama saat libur Natal dan Tahun Baru 2019 nanti.

Sementara itu, uji lalu lintas digelar sejak pukul 06.00 WIB dengan menerjunkan sejumlah armada roda dua, roda empat, dan kendaraan besar seperti mini bus dan bus tingkat milik pemkot. Simulasi dimulai dengan melintasi Jl Adi Sucipto menuju akses masuk overpass di lengan jembatan bagian utara-barat. Kendaraan pun terlihat lancar saat menaiki tanjakan bahkan saat bermanuver di tikungan di puncak tanjakan dapat dilalui dengan baik.

“Kendaraan yang melintas dioperasikan tanpa beban. Jadi masih kosongan tanpa penumpang karena kebutuhannya untuk mengecek pola lalu lintas di atas overpass,” ujar Kabid Lalu Lintas Dishub Surakarta, Ari Wibowo di sela pengujian kendaraan. 

Kendaraan kemudian terus melaju dan menuruni lengan jembatan di Kawasan Kota Barat, tepatnya di Jl Dr Moewardi. Sesaat kemudian, kendaraan berputar dan berbalik arah memasuki overpass dari lengan jembatan sisi Kota Barat. Laju kendaraan pun berjalan lancar melintasi sisi tersebut, pun demikian saat melewati tikungan sebelum turun ke ruas Jalan Adi Sucipto, Manahan.

“Melintas sesuai aturan yang diterapkan, 30 kilometer per jam dan sudah ada rambu batas kecepatan yang dipasang di akses masuk jembatan. Kami harap masyarakat bisa mengikuti aturan yang diterapkam demi keselamatan bersama,” ujar Ari.  (atn/ves/bun)

(rs/ves/atn/fer/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia