Minggu, 26 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Solo

Gagal Pendidikan Polri, Malah Ditipu

18 Desember 2018, 19: 33: 17 WIB | editor : Perdana

Gagal Pendidikan Polri, Malah Ditipu

SOLO – Sudah jatuh, tertimpa tangga. Hal inilah yang dialami 19 pemuda asal Jawa Timur. Iming-iming bisa mengikuti pendidikan Kepolisian, mereka malah menjadi korban penipuan. Akibatnya uang ratusan juta raib begitu saja. Beruntung kasus ini dapat terbongkar aparat kepolisian Senin (17/12) malam kemarin.

Pihak yang berwajib sendiri mengamankan Ferry Syahputra Hasibuan,28, warga Jalan Kembali No. 29 RT 22 RW 03, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Sampit, Kota Medan, Provinsi Sumatra Utara. Dia bertugas sebagi oknum yang berpura-pura menjadi instruktur latihan dasar kepolisian. Guna mengelabuhi para korban pria ini mengaku sebagai anggota Badan Intelejen dan Pengamanan (Baintelkam) Mabes Polri berpangkat Kompol.

“kalau yang menjaring bukan saya ada lagi diatas saya. Saya Cuma dikasih tugas melatih anak-anak saja dan membeli peralatan latihan kepolisian. saya belinya ditoko peralatan dibelakang Polresta Surakarta. Satu set Rp. 7 juta. Setelah saya beli kemudian saya bagikan kepada meraka,” jelas pelaku.

Ferry sendiri melatih para korban selama beberapa pekan terakhir dikawasan Karesidenan Surakarta. 3 pekan di salah satu villa di Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, sedangkan 3 hari latihan dilakukan di Kusumah Sahid Price Hotel (KSPH). “saya latih fisik, seperti lari, push up, sit up, renang dan lain-lain,” tutur Pelaku.

Kapolsek Pasar Kliwon, AKP Ariakta Gagah Nugraha menuturkan kasus ini berhasil terbongkar setelah adanya laporan warga yang bermukim disekitar hotel yang curiga dengan kegiatan tersebut. laporan tersebut lantas ditindaklajuti oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Baru akhir pekan silam. “kemudian yang bersangkutan kita minta datang ke Polsek untuk menjelaskan kegiatan tersebut,” katanya.

Benar saja, Ferry mendatangi Polsek dan diterima Langsung oleh Kapolsek.  Kepada Ariakta, Pelaku mengaku mendapat mandat menggelar pendidikan ini dengan mencatut dua nama petinggi Polri. Namun saat dimintai bukti surat tugas dan Kartu Tanda Anggota (KTA) Polri, pelaku tidak mampu memperilihatkannya dengan berbagai alasan.

Namun saat itu Polsek tidak bisa menahan karena tidak ada korban yang melaporkan kejadian ini. Setelah itu, pihak Polsek berkoodinasi dengan Satreskrim Polresta Surakarta. Dari hasil penyelidikan ternyata ada satu laporan masuk terkait kasus penipuan tersebut di Polres Ngawi. “setelah mendapat informasi tersebut, kita langsung mengamankan pelaku di KSPH,” kata Kapolsek. (atn)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia