Jumat, 15 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Klaten

SAR Segera Rilis Hasil Identifikasi Sungai

19 Desember 2018, 12: 52: 49 WIB | editor : Perdana

WASPADA BENCANA: Penataan Sungai Kongklangan di Desa Cucukan, Kecamatan Prambanan yang menjadi perhatian SAR Klaten dan BBWSBS.

WASPADA BENCANA: Penataan Sungai Kongklangan di Desa Cucukan, Kecamatan Prambanan yang menjadi perhatian SAR Klaten dan BBWSBS. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Memasuki musim penghujan, Tim SAR Klaten fokus melakukan giat susur sungai. Terutama di Kali Woro dan Kali Dengkeng, plus beberapa anak sungainya. Sebab sungai-sungai inilah penyebab utama bencana banjir. Harapannya melalui susur sungai, bisa mengetahui kondisi sungai di Klaten agar segera ditindaklanjuti.

Komandan SAR Klaten, Pandu Wirabangsa mengatakan, kegiatan susur sungai sudah dilakukan sejak November. Rencananya, awal tahun mendatang akan dirilis hasil identifikasinya. Mendata beberapa titik sungai yang rawan menyebabkan banjir. Nantinya, hasil susur sungai akan dilakukan pengolahan data secara terpadu.

”Sebenarnya kami sudah memliki peta kondisi sungai dan spasialnya. Tapi kan perlu di-update. Sehingga perlu dilakukan susur sungai lagi. Saat ini sedang dilakukan proses pengolahan data yang cukup banyak,” tandas Pandu kepada Jawa Pos Radar Solo, Selasa (18/12).

Meminimalikan terjadinya bencana banjir, tidak cukup dilakukan pendataan kondisi sungai. Tetapi juga melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Tim Reaksi Cepat (TRC), seluruh komunitas peduli sungai, dan relawan di setiap desa. Termasuk focus group discussion (FGD) kepada para relawan di desa. Agar mampu menangani kebencanaan dengan tepat.

”Terbentuk komunitas peduli sungai pasti ada dampaknya pada pelestarian lingkungan. Hanya saja itu tidak bisa diraih secara instant. Membutuhkan waktu dan tahapan proses panjang. Sekarang mulai marak mempercantik sungai serta penguatan tanggul dari aktivitas teman-teman komunitas itu,” papar Pandu.

Saat ini seluruh personel SAR Klaten berjumlah 62 orang. Bermarkas di kawasan Sidowayah, Kecamatan Klaten Tengah. Setiap pekan, terdapat pelatihan guna meningkatkan kemampuan dan ketrampilan anggotanya dalam penanganan di lapangan. Mulai dari pelatihan ketrampilan simpul tali hingga membuat berbagai instalansi penyelamatan. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia