Rabu, 20 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis
Langkah TPID Salurkan Kebutuhan Pokok

Pasok Sembako, TPID Langsung Buka Dua Kios

19 Desember 2018, 17: 48: 20 WIB | editor : Perdana

LAUNCHING: Masyarakat melihat-lihat dagangan yang ada di Kios Mirunggan di Pasar Gede, Selasa (18/12). Kios ini milik TPID Surakarta untuk menstabilkan inflasi.

LAUNCHING: Masyarakat melihat-lihat dagangan yang ada di Kios Mirunggan di Pasar Gede, Selasa (18/12). Kios ini milik TPID Surakarta untuk menstabilkan inflasi. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) resmi membuka kios di pasar tradisional. Namanya Kios Mirunggan. Tak hanya satu, tapi langsung dua kios sekaligus. Yakni di Pasar Gede dan Pasar Nusukan. Kios ini memasok kebutuhan pokok bagi masyarakat, sekaligus untuk menstabilkan laju inflasi.

Ketua TPID yang juga Wali Kota Surakarta, F.X. Hadi Rudyatmo mengatakan, saat ini Pemkot menghadirkan dua kios di dua pasar. Namun tidak menutup kemungkinan bisa disusul pembukaan kios TPID di pasar lainnya. 

”Harapannya bisa kami buka di semua pasar di Solo,” kata pria yang akrab disapa Rudy ini kepada Jawa Pos Radar Solo usai pembukaan kios di Pasar Gede, Selasa (18/12).

Di kios ini, nantinya menyediakan berbagai komoditas kebutuhan pokok. TPID juga menjamin harganya berada di bawah harga eceran tertinggi (HET). Mulai dari beras, tepung terigu, gula, minyak goreng, hingga telur. 

TPID mendapatkan pasokan dari beberapa pihak. Di antaranya Bulog, Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), dan Pedaringan. Sedangkan untuk telur, TPID mendatangkan langsung dari peternak.

Untuk harga, masyarakat dapat membeli komoditas barang lebih murah. Namun TPID memastikan tidak mengganggu pedagang yang ada di dua pasar tersebut. Sebab jam operasional kios TPID ini hanya mulai pukul 06.00-09.00 WIB di seluruh kios. ”Kalau masyarakat membeli di kios ini tidak kami batasi. Hanya saja yang kami batasi adalah jam buka. Jadi kalau mau membeli di sini harus pagi,” terang Rudy.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Surakarta, Bandoe Widiarto menambahkan, kios ini bisa menjadi referensi bagi konsumen dan pedagang. Sekaligus pedagang bisa memasok barang dagangannya dari kios ini. Di samping itu, kios ini sifatnya permanen. Sehingga bisa digunakan sebagai rujukan bagi pedagang.

”Kami harap pedagang jangan khawatir. Sebab di kios ini tidak akan dibuka hingga sore. Sehingga pedagang tidak merasa tersaingi. Justru pedagang bisa mendapat barang juga dari kios ini," tandasnya. (vit/fer)

(rs/vit/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia