Selasa, 19 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Klaten

Harga Ayam Potong Merangkak Naik

19 Desember 2018, 17: 50: 53 WIB | editor : Perdana

PANTAUAN: Bupati Klaten, Sri Mulyani di Pasar Cawas, Selasa (18/12).

PANTAUAN: Bupati Klaten, Sri Mulyani di Pasar Cawas, Selasa (18/12). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Jelang perayaan Natal dan tahun baru 2019, harga sejumlah komoditas terpantau naik. Temuan ini dari hasil pantauan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten di sejumlah pasar tradisional, Selasa (18/12). Komoditas telur dan ayam potong terus mengalami kenaikan sejak beberapa hari terakhir.

Pedagang ayam potong di Pasar Tradisional Karangdowo, Sri Sukemi, 50, mengaku kenaikannya hingga Rp 3.000 per kg. Dari harga sebelumnya Rp 32 ribu per kg. 

”Kami beli ayam yang masih hidup saja sudah mahal akhir-akhir ini. Kenaikan akan terus terjadi hingga Natal dan Tahun Baru nanti. Tapi yang pasti tidak akan melonjak seperti Lebaran kemarin,” ujar Sri kepada Jawa Pos Radar Solo.

Pedagang ayam potong di Pasar Tradisional Cawas, Umik, 48, menyebut kenaikan harga terjadisejak tiga hari terakhir. Harganya relatif sama dengan di Pasar Karangdowo. Dia memprediksi kenaikan terjadi karena adanya peningkatan permintaan. Sementara ketersediaan barang tidak seimbang.

”Sudah pasti pembeli mengeluh jika harga ayam potong terus naik. Tapi mereka tetap membeli, hanya saja jumlahnya mulai dikurangi. Apalagi ayam potong tetap dibutuhkan,” bebernya.

Kenaikan harga juga terjadi pada komoditas telur ayam. Wito, 61, pedagang telur Pasar Tradisional Cawas mengaku harga merangkak naik sejak sepekan terakhir. ”Sebelumnya harga telur Rp 22.000 per kg. Tetapi saat ini sudah naik sekitar Rp 2.000 per kg. Ini sudah biasa terjadi setiap Natal,” ungkapnya.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (Disdagkop dan UKM) Klaten, Bambang Sigit Sinugroho mengaku sudah mengerahkan petugas untuk melakukan pemantauan harga bahan pokok. ”Dari pantauan kamim, kenaikan harga telur dan ayam potong paling menonjol. Jika harga telur saat ini berada di kisaran Rp 23-24 ribu per kg. Ayam potong di harga Rp 35 ribu per kg,” jelasnya.

Bambang menilai kenaikan jelang Natal masih di tahapan wajar. Apalagi kenaikan yang terjadi tidak siginifikan. Pihaknya siap melakukan operasi pasar jika harga kebutuhan pokok mulai tak terkendali.

Bupati Klaten, Sri Mulyani dan jajarannya saat mengunjungi Pasar Tradisional Karangdowo dan Cawas mewanti pedagang. Untuk tidak memanfaatkan momen Natal dan Tahun Baru dengan memainkan harga. Ia meminta pedagang menjual dagangannya dengan harga wajar dan berkualitas.

”Melalui pantauan yang kami lakukan ini, diharapkan harga sembako saat Natal tidak memberikan dampak signifikan pada daya beli masyarakat. Seluruh harga sembako dijual dengan harga wajar. Tidak ada permainan dari pedagang,” terangnya. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia