Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Zakat ASN Solo Rp 760 Juta, Karanganyar Rp 12 Miliar 

21 Desember 2018, 18: 10: 59 WIB | editor : Perdana

Zakat ASN Solo Rp 760 Juta, Karanganyar Rp 12 Miliar 

SOLO - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Tengah menilai Pemkot Surakarta kurang rajin menghimpun zakat dari aparatur sipil negara (ASN). Buktinya, tahun ini akumulasi zakat ASN pemkot hanya menyentuh angka Rp 760 juta. Jumlah tersebut tergolong rendah dibandingkan kabupaten lain di eks Karesidenan Surakarta. 

Ketua Baznas Propinsi Jawa Tengah Ahmad  Darodji membandingkan dengan nilai zakat yang  dihimpun Kabupaten Karanganyar. Bumi Intanpari ini mampu mengumpulkan Rp12 miliar per tahun. 

“Potensi zakat dari ASN masih rendah, dan belum maksimal. Kami harapkan pemkot bisa memaksimalkan pengumpulan zakat, infak dan sedekah dari ASN,” katanya saat menghadiri acara distribusi zakat, infak dan sedekah (ZIS) di Pendapi Gedhe Balai Kota Solo, Kamis (20/12).

Selama ini, 60 persen ZIS yang terhimpun disalurkan untuk pengentasan kemiskinan seperti pemberian bantuan, pelatihan dan lain sebagainya. Langkah pemerintah mewajibkan ASN membayar zakat itu dianggap hal yang wajib bagi ASN yang beragama Islam. 

“Tentunya kewajiban zakat ASN berlaku jika gaji bulanannya sudah mencapai nisab sehingga wajib mengeluarkan zakat. Nisab zakat tersebut setara 85 gram emas atau senilai Rp4,1 juta. Bagi ASN dengan gaji tersebut maka harus mengeluarkan zakat sebesar 2,5 persen dari penghasilannya,” jelasnya.

Penyaluran dana zakat, lanjut Ahmad, diprioritaskan untuk delapan mustahiq atau orang-orang yang berhak menerima zakat terutama untuk golongan fakir dan miskin.

Di sisi lain, Wakil Wali Kota Surakarta Achmad Purnomo mengaku ASN yang mengeluarkan zakat 2,5 persen dari penghasilan ke Baznas Solo masih rendah. Akibatnya, potensi zakat belum tergarap optimal. Pemkot sendiri telah membentuk unit pengumpul zakat (UPZ) per organisasi perangkat daerah (OPD). “UPZ terdiri atas ketua, sekretaris dan bendahara,” terangnya.

Merujuk surat edaran (SE) Nomor 451.12/843 tentang Pungutan Zakat, Infak dan Sedekah, zakat dipungut sebesar 2,5 persen dari penghasilan atau gaji per bulan bagi PNS beragama Islam. 

Pemkot juga menetapkan besaran infak atau sedekah bagi PNS golongan IV senilai Rp 30.000 per bulan, golongan III senilai Rp15.000 per bulan, dan golongan II senilai Rp 10.000 per bulan.

“Hasil pengumpulan zakat, infak dan sedekah akan disalurkan kepada yang berhak menerima sesuai ketentuan syariat Islam,” jelasnya. (irw/bun)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia