Selasa, 22 Jan 2019
radarsolo
icon featured
Olahraga

Polri Siap Bentuk Satgas Pemberantasan Pengaturan Skor

21 Desember 2018, 17: 44: 03 WIB | editor : Perdana

COBA-COBA: Menpora Imam Nahrawi saat mencoba permainan lawnball di lapangan lawnball Yayasan Insan Sembada.

COBA-COBA: Menpora Imam Nahrawi saat mencoba permainan lawnball di lapangan lawnball Yayasan Insan Sembada. (NIKKO AUGLANDY/RADAR SOLO)

SOLO – Penikmat sepakbola di Indonesia tengah geger. Ini setelah adanya diskusi yang dibuat oleh Jawa Pos bertajuk #PSSIHarusBaik di Surabaya, dan talkshow di acara Mata Najwa di Jakarta bertajuk #PSSIBisaApa. Yang mana banyak nara sumber besar yang dihadirkan, yang garis besarnya membahas soalbanyaknya mafia pertandingan sepakbola di kompetisi Liga Indonesia.

Informasinya mulai dari seputar beberapa nama bandar besar di Indonesia, pertandingan yang dikabarkan terlibat match fixing, hingga partai final Piala AFF 2010 yang diisukan adanya praktik suap.

Beberapa nama muncul, mulai dari mantan runner Bambang Suryo, hingga manajer Persibara  Banjarnegara mengaku diwajibkan membayar beberapa nominal uang kepada ketua Asprov PSSI Jateng Johar Lin Eng, hingga ke rekening salah satu anggota komdis PSSI, Dwi Irianto atau yang lebih dikenal dengan nama Mbah Putih. 

Manajer Persibara Banjarnegara Lasmi Indaryani mengungkapkan Asprov Jawa Tengah, Johar Lin Eng, dalam kasus pengaturan skor. Dia sebagai perantara dengan mafia. Manajer Persibara Banjarnegara, Lasmi Indaryani, menjelaskan secara detail bagaimana Johar mengenalkannya dengan mafia pengaturan skor, Mr P.

Ada banyak uang yang sudah dikeluarkan ditiap pertandingan untuk masalah non teknis. Bahkan selama 6 bulan, pihak Persibara mengakui sudah menghabiskan dana Rp 1,3 M, tapi hasil yang didapat sama sekali tak mulus. Tim ini bahkan dinyatakan gagal lolos promosi ke Liga 2 musim ini.

”Benar-benar kaget pastinya mendengar nama-nama yang dimunculkan, apalagi ada petinggi PSSI disitu. Tak menyengka pastinya. Tapi kita tentu harus melihat perkembangan yang ada dulu untuk membuktikannya kebenarannya,” terang Menpora Imam Nahrawi.

Kepolisan Republik Indonesia juga siap turun tangan menyelesaikan masalah pengaturan skor di Indonesia. Salah satunya adalah dengan membentuk satuan tugas, yang diungkapkan Kapolri Jendral (Pol) Tito Karnavian.

”Kami ikut mengapresiasi langkah Polri tersebut, ini jadi langkah bagus untuk persepakbolaan di Indonesia pastinya. Mafia bola memang seperti penyakit yang perlu disembuhkan. Ini memang masalah serius yang harus diberantas,” ujarnya. (nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia