Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

PKL Dibantu Gerobak Malah Dijual

21 Desember 2018, 18: 05: 59 WIB | editor : Perdana

BERSIH: Bantuan gerobak antikarat untuk PKL yang telah lolos seleksi dinas perdagangan.

BERSIH: Bantuan gerobak antikarat untuk PKL yang telah lolos seleksi dinas perdagangan. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Wis ditulung malah mentung. Itulah yang dilakukan oknum pedagang kaki lima (PKL) dengan menjual gerobak bantuan dari pemkot. Hal tersebut diketahui Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo saat berkunjung ke sebuah kampung.

Wali kota melihat di sebuah warung makan terdapat gerobak berbahan baja antikarat. Rudy memastikan bahwa gerobak tersebut pemberian pemkot. Kuat dugaan, gerobak itu sengaja dijual kepada pemilik warung makan berskala cukup besar.

“Saat itu juga saya tahu (gerobak milik pemkot, Red), langsung saya minta diselesaikan. Ditelusuri dari mana gerobak itu? Ternyata (pemilik warung, Red) membeli dari seorang PKL yang sudah tidak berjualan,” ujarnya, Kamis (20/12).

Ternyata, kejadian itu bukan kali pertama ditemui wali kota. Rudy pernah memergoki PKL yang dengan sengaja menjual gerobak kepada PKL lain. Saat itu pula orang nomor satu di Solo itu memerintahkan dinas perdagangan mendata kembali gerobak PKL yang pernah diberikan pemkot.

“Kalau mereka memang butuh gerobak, pasti terpakai. Tetapi, kalau nggak butuh kok minta, ini namanya ada upaya pembusukan terhadap program pemkot. Kalau ketemu masyarakat seperti ini langsung saya jewer,” tegasnya.

Selama ini, mekanisme pemberian gerobak PKL sudah disertai dengan verifikasi faktual. Dinas perdagangan melakukan pantauan langsung ke lapangan. Rudy pun pernah mendapatkan permohonan gerobak, namun dia tak langsung mengabulkannya.

“Saya suruh untuk cek lapangan, apakah benar dia (pemohon gerobak, Red) jualan rutin? Ooo... ternyata sudah 15 tahun jualan, ada fotonya, ya langsung kita proses,” terang Rudy.

Bagi PKL penerima bantuan gerobak dan sudah tidak memakainya, Rudy meminta segera mengembalikannya ke pemkot agar bisa diberikan kepada PKL lain yang membutuhkan.

Kepala Dinas Perdagangan Surakarta Subagyo menyebut telah melakukan pengecekan berkala seluruh gerobak PKL. Hal itu untuk mengetahui keberadaan gerobak serta melihat perkembangan komoditas yang dijual setiap pedagang.

“Kita juga secara rutin memberi pelatihan kepada pedagang tentang bagaimana mengelola dagangan, menyajikan dan sebagainya,” katanya. (irw/wa)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia