Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Klaten

33 Unit Komputer SMP Juwiring Dibobol Maling

21 Desember 2018, 19: 30: 59 WIB | editor : Perdana

RAIB: Kondisi laboratorium komputer SMPN 2 Juwiring yang baru saja dibobol maling.

RAIB: Kondisi laboratorium komputer SMPN 2 Juwiring yang baru saja dibobol maling. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Puluhan unit komputer di SMP Negeri 2 Juwiring dibobol kawanan maling, Kamis (20/12) dini hari. Para pelaku berhasil membawa kabur CPU dan layar monitor dari laboratorium komputer sekolah. Kasus ini sudah ditangani jajaran Polsek Juwiring, didukung Satreskrim Polres Klaten.

Peristiwa ini pertama kali diketahui penjaga sekolah sekitar pukul 05.40 WIB. Saat itu, penjaga melihat pintu lab komputer sudah dalam keadaan terbuka. Saat mengecek ke dalam, puluhan CPU dan layar monitor lenyap.

”Saya dapat info lab komputer dibobol dari wakasek. Lalu saya meminta untuk segera melaporkan kejadian itu ke Polsek Juwiring. Termasuk tidak memindahkan semua barang yang ada di lokasi kejadian,” kata Kepala SMPN 2 Juwiring, Qohdari kepada Jawa Pos Radar Solo, Kamis (20/12).

Berdasar pemeriksaan danolah tempat kejadian perkara (TKP), sebanyak 33 unit CPU raib. Plus 24 unit monitor dan dua unit server. Termasuk 1 unit CPU di ruang guru. Kerugian dari peristiwa ini ditaksir mencapai Rp 101 juta.

Saat mengecek kondisi lab komputer sekolahnya Qohdari mengatakan jika kawanan maling itu satu persatu melepas kabel. Tetapi ada pula yang langsung dipotong karena diduga waktunya untuk membawa lari CPU dan layar monitor semakin mepet. Pencuri memasuki lab komputer sendiri dengan merusak palang dan gembok.

“Mereka mengambil komputernya cukup rapi. Memanjat dari pagar sekolah di bagian belakang lalu merusak pintu lab. Saya kira mereka lebih dari dua orang untuk menjalankan aksinya,” jelasnya.

Qohdari menambahkan, penjaga sekolah, Suparmin masih mengecek lingkungan sekolah hingga Kamis (20/12) dini hari pukul 01.00 WIB. Setelah itu pulang ke rumahnya yang masih satu kompleks dengan sekolah. Suparmin juga mengaku tidak mendengarkan suara mencurigakan.

”Sudah kami laporkan juga ke Dinas Pendidikan Klaten. 21 Januari anak-anak harus menjalani uji coba UNBK. Harus ada solusi segera. Apakah meminjam komputer sekolah lainnya atau rekanan,” beber Qohdari.

Kapolres Klaten, AKBP Aries Andhi melalui Kapolsek Juwiring AKP M. Waleri mengatakan olah TKP telah dilakukan. Pihaknya akan segera meminta keterangan dari sejumlah saksi atas kejadian itu.

“Kalau saya lihat pelakunya lumayan profesional. Karena sempat mencoba menghilangkan gemboknya sebelum akhirnya kami temukan. Kemungkinan pelakunya lebih dari dua orang karena yang dicuri cukup banyak. Saya harap pihak sekolah ke depannya memasang CCTV demi meningkatkan keamanan,” tandas kapolsek. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia