Selasa, 10 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Kaget Masih Ada Warga Todong Uang ke Caleg

21 Desember 2018, 19: 35: 53 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

silaturahmi Henry Indraguna (kanan) di kediaman dalang Ki Anom Suroto.

silaturahmi Henry Indraguna (kanan) di kediaman dalang Ki Anom Suroto. (ANTONIUS CHRISTIAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Praktik money politic masih kerap ditemukan di lingkungan masyarakat. Banyak para peserta pemilu lebih memilih memberikan amplop daripada menyambangi masyarakat. seperti diungkapkan Calon Legislatif (Caleg) DPR RI Dapil 5 Jateng, Henry Indraguna saat menyambangi kediaman dalang kondang Ki Anom Suroto, baru-baru ini.

Caleg dari Partai Perindo ini menuturkan, fakta didapat saat sedang mendatangi masyarakat.

"Ketika bertatap muka dengan masyarakat, mereka dengan terang-terang bertanya. Mas Henry, ini ada amplopnya tidak? Kalau ada pasti nanti dipilih," kata Henry kepada Jawa Pos Radar Solo.

"Mendengar itu saya kaget. Tidak habis pikir. Kok masih ada praktik seperti itu. Tternyata tidak hanya caleg, bahkan pilihan bupati hingga tingkat lurah sekali pun masih ada paraktik seperti itu. Infonya setelah jadi, mereka yang memberikan uang itu tidak penah lagi datang ke masyarakat. Bahkan tidak penah memikirkan nasib masyarakat," imbuh Henry.

Atas dasar itu, Henry tidak heran apabila ada pejabat yang tertangkap karena terlibat korupsi.

"Karena ketika menjabat, pikiran mereka bukan lagi pelayanan, tapi untuk mencari keuntungan. Sebab saat mencalonkan diri mereka merasa mengeluarkan modal," bebernya.

Henry menyebut caleg yang melakukan money politic, membuktikan kalau mereka tidak percaya diri.

"Dan saya paling anti masalah itu. Kita punya visi, punya misi, punya progam, dan kemampuan untuk mawujudkan itu. Money politic akan merusak bangsa," tuturnya.

Bahkan, lanjut Henry, ada caleg yang sama sekali tidak menyambagi masyarakat di dapilnya. Padahal dengan bertatap muka, para caleg bisa tahu kondisi riil di wilayah tersebut.

"Untuk itu sejak awal saya selalu menyambangi mereka satu per satu. Karena saya harus tahu, apa yang terjadi di daerah dapil saya. Karena saya punya telinga untuk mendengar, punya mata untuk melihat, punya tangan dan kaki untuk bertindak. Serta punya hati dan pikiran untuk mencari solusi terhadap permasalahan yang terjadi di masyarakat," tandasnya.

(rs/atn/fer/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia