Selasa, 20 Aug 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Resmi Beroperasi, Dievaluasi Setiap Pekan

22 Desember 2018, 12: 29: 00 WIB | editor : Perdana

URAI KEMACETAN: Overpass Manahan resmi beroperasi untuk umum mulai kemarin.

URAI KEMACETAN: Overpass Manahan resmi beroperasi untuk umum mulai kemarin. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Rombongan Wali Kota Surakarta F.X Hadi Rudyatmo menjajal Overpass Manahan menggunakan sejumlah bus, Jumat (21/12). Hal ini menandai pembukaan jembatan layang tersebut sebelum boleh dilintasi masyarakat umum. Selanjutnya, pemkot bakal fokus pada sejumlah penataan kawasan untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas di sekitar overpass. 

Raut sumringah tampak wajah orang nomor satu di Solo itu saat duduk bersama jajaran ASN setempat sambil menyusuri jembatan layang yang menyambungkan kawasan Kota Barat dan Manahan tersebut. Dari lengan jembatan ujung barat, Rudy bersama rombongan mulai menyusuri  Overpass Manahan dari Jalan Adi Sucipto menuju selatan Jalan Dr Moewardi, Kota Barat. Sebelum akhirnya balik arah dan kembali ke Jalan Adisucipto. 

Sesaat kemudian, water barrier yang dipasang untuk menutup akses overpass mulai dibuka. Rudy pun langsung menyambut para pengendara sembari menginformasikan bila jalan layang tersebut mulai dapat dilalui oleh kendaraan umum. 

“Kamis (20/12) malam kemarin juga dilakukan umbul donga oleh lima pemuka agama, mulai dari Islam, Kristen, Katholik, Hindu dan Konghucu. Ini sebagai tanda syukur atas selesainya pembangunan overpass,” sambung dia.

Umbul donga dengan tumpengan tersebut merupakan salah satu tradisi wong Solo sebagai ungkapan syukur pembangunan overpass sudah selesai dengan lancar. Harapannya, Overpass Manahan bisa mengurai kepadatan lalu lintas saat libur Natal dan Tahun Baru.

Selanjutnya, evaluasi bakal dilakukan setiap sepekan sekali guna memastikan tidak ada kendala untuk operasional jalan layang. “Ini kan juga sudah diuji coba dan stimulasi. Nanti setiap pekan akan dievaluasi untuk rekayasa lalu lintas agar lebih  matang dan tidak terjadi kemacetan," beber dia. 

Menurut Rudy, kajian lalu lintas tersebut penting dilakukan untuk penyesuaian kebutuhan lalu lintas. Oleh sebab itu, closed circuit television (CCTV) juga dipasang Dishub Surakarta untuk memantau dan mengevaluasi setiap pergerakan kendaraan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Surakarta Hari Prihatno memastikan bahwa CCTV di overpass sudah terintegrasi konektivitasnya dengan Control Center Room Dishub Surakarta. Pihaknya juga bakal memindahkan area parkir tepi jalan dan PKL di sekitar Kota Barat. Tujuannya untuk memperlebar akses pengendara dari sisi utara menuju selatan overpass. 

Kabid PKL Dinas Perdagangan Didik Anggono menambahkan, sembari  menunggu  shelter PKL selesai dibangun, PKL Kota Barat malam dialihkan di sisi barat jalan. Sebelumnya mereka menempati sisi timur Jalan Dr Moewardi. Sementara parkir di lapangan Kota Barat.

“Mulai hari ini (kemarin) kita sterilkan sisi timur. Semua kita pindah ke sisi barat,” jelasnya. (ves/irw/bun)

(rs/ves/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia