Rabu, 20 Mar 2019
radarsolo
icon featured
Nasional

ACT Sisir Wilayah Terdampak Tsunami

24 Desember 2018, 16: 39: 53 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

Kondisi pesisir Pantai Pandeglang usai disapu tsunami, Sabtu (22/12) malam.

Kondisi pesisir Pantai Pandeglang usai disapu tsunami, Sabtu (22/12) malam. (ISTIMEWA)

PANDEGLANG – Korban meninggal akibat tsunami di pesisir Pantai Pandeglang terus bertambah. Hingga Minggu (23/12) pukul 11.35 WIB, sudah ada 126 jenazah yang dievakuasi oleh regu penyelamat gabungan. Termasuk Tim Emergency Response Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Menurut laporan Dedi, anggota Tim Emergency Response ACT di lokasi, seluruh korban meninggal dunia ditampung di Puskesmas Carita. Terletak di Jalan Raya Carita-Labuan, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang.

”Ini untuk titik Pandeglang Utara. Penanganan evakuasi dipusatkan di Puskesmas Carita. Tim akan terus melakukan evakuasi karena dapat kabar, masih banyak warga yang terdampar di pesisir pantai,” ungkap Dedi.

Anggota ATC memantau kondisi pesisir Pantai Pandeglang yang disapu tsunami.

Anggota ATC memantau kondisi pesisir Pantai Pandeglang yang disapu tsunami. (ISTIMEWA)

Sementara itu, korban luka tercatat sudah mencapai 624 jiwa. Data tersebut diambil dari 11 kecamatan di Pandeglang. Di antaranya Carita, Panimbang, Cigeulis, Sumur, Labuan, Menes, Cibaliung, Jiput, Cimanggu, Pagelaran, dan Bojong.

Tsunami yang menerjang Pandeglang, Sabtu (22/12) malam lalu juga mengakibatkan lebih dari 400 rumah rusak dan ratusan mobil, motor, serta kapal nelayan rusak berat. Pada fase tanggap darurat, ACT fokus menurunkan tim evakuasi dan medis. Mengingat korban yang mengalami luka-luka cukup banyak. Baik korban meninggal maupun luka-luka diperkirakan jumlahnya akan terus bertambah.

Dedi juga mengungkapkan, kondisi di Puskesmas Carita masih belum kondusif. Tak hanya aktivitas tim evakuasi dan medis yang terlihat. Banyak warga yang kehilangan keluarganya juga berkumpul untuk melapor.

”Kebanyakan korban yang berhasil dievakuasi ataupun yang masih dalam laporan adalah pengunjung pantai. Mungkin ada beberapa warga. Cuma masih belum bisa dipastikan,” jelas Dedi.

Sampai laporan ini diunggah, Dedi mengabarkan, dirinya sempat membantu warga. Karena ada peringatan sirine yang menunjukkan terjadi lagi tsunami.

”Warga langsung panik. Tim sempat membantu evakuasi. Kami membawa mereka ke tempat yang lebih tinggi,” tandasnya.

Septi Endrasmoro, Kepala cabang ACT Solo menuturkan, pihaknya akan memberikan kontribusi untuk korban tsunami. Dengan terus memberikan informasi kepada masyarakat terkait update kondisi di lokasi tsunami. Serta mengajak masyarakat berpartisipasi dengan memberikan bantuan yang akan disalurkan ke korban tsunami. (adv)

(rs/fer/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia