Minggu, 21 Jul 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Wali Kota Keluarkan Diskresi, BPMKS Bisa Dicairkan 2019

25 Desember 2018, 21: 09: 18 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

Antrean pencairan BPMKS di Sami Luwes, Selasa (25/12).

Antrean pencairan BPMKS di Sami Luwes, Selasa (25/12). (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Pemkot Surakarta merespon kegelisahan warga terkait pemanfaatan Bantuan Pendidikan Masyarakat Kota Surakarta (BPMKS) nontunai yang terbatas hingga 30 Desember mendatang. Wali kota akan membuat diskresi agar pemanfaatan bantuan tersebut dapat digunakan pada tahun berikutnya.

Wali Kota Surakarta, F.X. Hadi Rudyatmo mengatakan, antrean panjang yang berujung kegaduhan masyarakat itu disebabkan sistem pemanfaatan BPMKS masih baru. Ditambah dengan waktu penggunaan yang relative singkat.

“Ini baru pertama kali, jadi wajar kalau banyak kekurangan. November kemarin kan baru diluncurkan, jadi kalau harus Desember dipakai itu tidak mungkin. Karena penerimanya sekitar 2.500 anak. Kalau full Desember berarti setiap hari ada 400 orang yang datang ke toko,” kata wali kota di sela-sela agenda open house dalam rangka perayaan Natal 2018 di Loji Gandrung, Selasa (25/12).

Faktor lain, sambung Rudy, masih sedikitnya toko yang melayani pemanfaatan BPMKS. Tercatat hanya 15 toko yang telah menjalin kerja sama dengan pemkot. Wali kota juga melihat toko-toko tersebut belum menyediakan stok peralatan sekolah yang relative banyak. Sehingga ditemukan toko yang menjadi mitra pemkot kehabisan stok.

“Untuk itu nanti kita akan buat diskresi agar hak anak-anak ini dapat dimanfaatkan pada tahun berikutnya. Kita cari paying hukumnya dulu. Yang penting hak anak ini jangan sampai dikurangi. Diskresi kan boleh sepanjang untuk kepentingan rakyat,” tandasnya.

Rencananya pemkot akan mengeluarkan kebijakan wali kota terkait pemanfaatan BPMKS tahun 2018. Dengan landasan legal itu siswa penerima BPMKS dapat membeli peralatan sekolah di tahun 2019. Rudy yakin antrean panjang dan habisnya stok di toko mitra pemkot tidak bakal terulang. Selain rentan waktu pemanfaatan yang relative panjang, penambahan mitra juga akan dilakukan.

“Kalau yang 2019 kan bisa dimanfaatkan dari Januari sampai Desember, jadi tidak antre,” ujar dia.

Sebagai informasi, BPMKS diberikan kepada siswa di tingkat SD hingga SMA/SMK. Masing-masing anak mendapatkan Rp 1, 25 juta untuk siswa SMA/SMK, Rp 600 ribu untuk siswa SMP dan Rp 450 ribu untuk siswa SD.

Ketua DPRD Surakarta Teguh Prakosa mengapresiasi langkah pemkot yang kembali memberikan bantuan pendidikan kepada siswa di Solo. Namun dia ingin sistem pemanfaatan BPMKS dapat diperbaiki.

“Kami memaklumi karena ini baru pertama kali. Tetapi harus ada formula yang tepat agar bantuan yang diberikan ini tidak menjadikan susah masyarakat. Mereka harus antre dan sebagainya,” katanya. (irw/bun)

(rs/irw/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia