Minggu, 21 Jul 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Tempat Wisata Diserbu, Jurug dan Keraton Jadi Favorit

26 Desember 2018, 09: 00: 59 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

Pengunjung TSTJ berwisata saat liburan, Selasa (25/12).

Pengunjung TSTJ berwisata saat liburan, Selasa (25/12). (RAGIL LISTYO/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Libur panjang akhir tahun membuat sejumlah tempat wisata di Kota Bengawan diserbu pengunjung. Seperti Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) dan Keraton Kasunanan Surakarta hadiningrat. Tampak dipadati wisatawan lokal maupun luar daerah.

Direktur Utama TSTJ, Bimo Wahyu Widodo membenarkan bahwa pengunjung di TSTJ mengalami kenaikan sejak 21 Desember lalu. Jumlahnya per hari mencapai ribuan pengunjung. Diperkirakan masih akan terus bertambah.

“Dibandingkan hari biasa, jumlah pengunjung di libur akhir tahun ini bisa dua hingga tiga kali lipatnya. Seperti 23 Desember lalu mencapai 6.957 orang,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Solo saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (25/12).  

Bimo mengatakan, pengunjung kebanyakan dari luar kota. Salah satunya karena sudah beroperasinya tol Tans Jawa, sehingga akses lebih mudah dan cepat. Selain itu juga adanya koleksi satwa baru.

TSTJ sendiri telah menambah enam jenis satwa baru pada Minggu (23/12). Satwa yang ditambahkan adalah nilgai (Boselaphustragocamelus) atau sapi biru, blackbuck (Antilopecervicapra) , linsang (Pronodonpardicolor), kapibara, sitatunga dan ayam hutan Tibet. Pekan depan TSTJ akan mendatangkan lima ekor domba batur. Domba yang mirip ShauntheSheep tetapi asli lokal Banjarnegara.

“Pengunjung juga bisa naik gajah tunggang dan onta tunggang. Selain itu juga bisa naik perahu kayuh. Pada malam hari kami juga membuka Taman Pelangi. Di dalamnya pengunjung bisa menikmati lampion, berbagai permainan, foodcourt, dan dancing fountain yakni keindahan air mancur menari.” Terang Bimo.

Taman Pelangi sendiri akan dibuka dari 20 Desember 2018 sampai 20 Januari 2019. Selain itu pada 2019, TSTJ akan mendatangkan satwa baru lainnya seperti binturung, rusa sambar, kijang, merak betina dan buaya sinyulong.

Bimo sendiri menjelaskan bahwa jumlah pengunjung TSTJ sukses lampaui target. Pihaknya awalnya memasang target 400 ribu pengunjung sepanjang 2018. Sampai per tanggal 23 Desember ini angkanya sudah mencapai 470 ribu pengunjung.

Tidak hanya pengunjung lokal, wisatawan dari luar kota juga menyempatkan untuk menikmati satwa di TSTJ. Anis, pengunjung asal Kendal mengaku baru kali pertama mengunjungi TSTJ. Bersama dengan 12 keluarganya, Anis mengaku senang bisa berlibur ke TSTJ.

“Kami dari rumah berangkat jam 6 pagi. Terus ke tempat saudara dulu di Karanganyar baru main ke Jurug. “ terang Anis.

Selain TSTJ tempat rekreasi favorit lainnya adalah Keraton Surakarta. Antrean kendaraan tampak memadati jalan-jalan di area keraton sejak pagi. Meski kendaraan harus sabar untuk bisa memasuki area keraton, namun lalu lintas bisa berjalan lancar.

Menurut Lukman Hakim, petugas keamanan di Kori Kamandungan Keraton Surakarta, pengunjung bisa mencapai 5 ribu orang dalam sehari. Karena itu petugas keamanan keraton dikerahkan untuk menjaga kenyamanan pengunjung. Mereka bisa menikmati area keraton dari pukul 08.00 WIB – 16.00 WIB.

“Pengunjung yang datang kebanyakan dari luar kota seperti Semarang, Jepara, Kendal dan sebagainya. Ada juga wisatawan dari luar negeri. Seperti dari Amerika dan Jerman. Selama liburan ini keraton buka penuh selama seminggu. Biasanya hari Jumat kita libur, tetapi di musim libur ini Keraton buka penuh,” ujar Lukman sambil menyebut selama liburan ada ribuan pengunjung datang ke keraton. (mg4/bun)

(rs/fer/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia