Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Sepak Bola

Eks Persis Solo Jadi Kiper Tersubur di Liga 3

26 Desember 2018, 11: 15: 59 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

Selebrasi Kiper PSCS Cilacap, M. Ihsan usai menjebol gawang PSGC Ciamis (22/12).

Selebrasi Kiper PSCS Cilacap, M. Ihsan usai menjebol gawang PSGC Ciamis (22/12). (MEDIA OFFICER PSCS FOR RADAR SOLO)

Share this      

KEDIRI - Kiper PSCS Cilacap, M. Ihsan bikin sensasi di Liga 3. tak hanya membawa PSCS promosi ke Liga 2 musim depan. Mantan kiper Persis Solo ini juga dinobatkan jadi kiper tersubur. Usai mencetak gol dari titik putih saat melawan PSGC Ciamis di Stadion Galuh Ciamis (22/12). Kala itu timnya menang 2-1.

Hasil ini juga membuat tim berjuluk Laskar Nusakambangan itu berhasil meriah tiket ke partai final. Menantang Persik Kediri, 27 dan 30 Desember mendatang. Sebelumnya, Ihsan sudah menjebol Persiba Bantul (16/12) di fase 8 besar Liga 3. Gol ini juga dari titik putih.

”Senang pastinya tugas yang diberikan coach Jaya Hartono (pelatih PSCS) berhasil saya tuntaskan dengan baik. Jadi kiper yang harus mencetak gol lewat titik putih itu tentu jadi kebahagian buat saya juga ketika bisa gol,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Solo, Selasa (25/12).

Dirinya mengakui bahwa kepercayaan jadi eksekutor pertama untuk urusan penalti baru diberikan ke padanya mulai babak 16 besar. Sebelumnya beberapa pemain senior di tim PSCS-lah yang melakukannya.

Coach Jaya katanya pusing karena pemain lain selalu gagal saat melakukan penalti. Imam Witoyo diblok kiper, Rian Ariansyah kena mistar, kapten Jimi Suparno bolanya ke atas mistar,” ujar kiper asal Solo tersebut.

Dapat motivasi lebih dari Hermansyah selaku pelatih kiper, membuat dirinya makin percaya diri untuk menjalani tugasnya.

”Jadi penendang penalti dan kiper sama degdegan-nya, bedanya kalau yang nendang, pandangannya lebih luas. Beruntungnya buat saya, sebab saya hapal cara kiper kalau mau menangkap, jadi bisa cari sudut yang kira-kira susah dijangkau,” ucapnya.

Performa Ihsan musim ini tentu cukup memukau. PSCS memulai langkah dari putaran nasional babak pendahuluan 1. Ini dilakukan karena musim lalu tim ini terdegradasi dari Liga 2.

Dari babak ini hingga ke 8 besar Liga 3, ternyata 13 laga yang dijalaninya berjalan sukses. Sangking suksesnya, dirinya hanya kebobolan lima kali musim ini, catatan nyang sangat mengkilap pastinya.

Dirinya hanya kebobolan saat Persibangga Purbalingga 2-1 (8/9), PSBL Langsa 3-2 (1/12), Persiba Bantul 1-1 (16/12), dan PSGC 2-1 (22/12).

”Saat ini tiket promosi sudah di tangan, itu artinya misi awal kita sudah berhasil diraih. Kini misi akan semakin komplet kalau saya bisa ikut membawa PSCS juara Liga 3 musim ini. Jika berhasil meraihnya, itu artinya ini jadi prestasi terbaik saya sebagai pemain,” ujarnya.

(rs/NIK/fer/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia