alexametrics
Selasa, 29 Sep 2020
radarsolo
Home > Klaten
icon featured
Klaten

Anggaran Perawatan Masjid Al Aqsha Klaten Telan Rp 1,6 Miliar

27 Desember 2018, 09: 00: 59 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

Warga usai melaksanakan ibadah salat di Masjid Al Aqsha Klaten, Rabu (26/12).

Warga usai melaksanakan ibadah salat di Masjid Al Aqsha Klaten, Rabu (26/12). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN - Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perwaskim) Klaten terus memberikan perhatian lebih terhadap pemeliharaan Masjid Al Aqsha. Hal ini tidak bisa dilepaskan dari adanya kerusakan keramik pada bagian dinding masjid, medio Desember kemarin. Tahun ini, anggaran fantastis digelontorkan untuk pemeliharaan. Yakni Rp 1,6 miliar dari APBD 2018.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perwaskim Klaten, Juwito memastikan kondisi bangunan Masjid Al Aqsha Klaten masih aman dan layak digunakan. ”Kalau rusaknya keramik itu kan bagian dari bangunan lama yang sudah terpasang. Maka itu sudah kami lakukan pengecakan bagian keramik mana saja yang sudah mulai akan terkelupas. Segera kami ganti agar tidak membahayakan warga yang hendak beribadah,” jelasnyakepada Jawa Pos Radar Solo, Rabu (26/12).

Keramik yang sempat terlepas dari dinding masjid di bagian luar telah diganti. Hal sama akan segera dilakukan jika terdapat keramik dengan kondisi yang sama. Harapannya tidak langsung jatuh ke bawah secara tiba-tiba karena sangat membahayakan warga di sekitarya.

Tahun ini memang ada anggaran yang dimanfaatkan untuk pemeliharaan dan perbaikan bangunan lainnya, sebesar Rp 1,6 miliar tersebut. Ada sejumlah fasilitas umum yang diperbaiki seperti tempat wudhu, air mancur di halaman, dan juga pengecatan. Termasuk rusaknya salah satu keramik pada bagian dinding teras masjid, juga langsung dilakukan penggantian.

”Sudah kami lakukan pengecekan. Yang rusak langsung kami benahi. Kalau memang rawan, ya kami ganti. Masuk dalam perawatan ini, biar tidak timbul risiko,” beber Juwito.

Selain pemeliharaan dan perbaikan sejumlah fasilitas, tahun juga ada penyelesaian menara masjid. Hanya saja pengajuan pencairan anggaran telah melebihi 15 Desember 2018. Diperlukan perpanjangan waktu pencairan dan sudah diajukan ke Bupati Klaten, Sri Mulyani.

”Jika pengerjaannya melebihi kontrak, diberlakukan denda hingga waktu pencairan. Tetapi jika sampai melewati tahun anggaran tentunya tidak kita bayarkan. Pengerjaan fisiknya ya harus selesai 100 persen lah,” tambahnya.

Sebagai informasi, Pembangunan menara Masjid Al Aqsha Klaten yang sempat mangkrak tahun ini kembali diteruskan. Pemkab Klaten menggelontorkan anggaran hingga Rp 3,9 miliar guna menyelesaikan menara setinggi 35 meter tersebut. Secara kontrak awal, sebenarnya penyelesaian pembangunan menara masjid berakhir 23 November 2018 lalu.

Bupati Klaten, Sri Mulyani menambahkan, pada 2019 akan ada lanjutan pembenahan menara masjid. Meingat keterbatasan anggaran yang digelontorkan tahun ini.

”Jadi tahun ini menara sudah selesai. Tahun depan dilanjutkan pembenahan sederhana saja. Cuma plafon dan aksesoris-aksesoris lainnya,” tuturnya.

(rs/ren/fer/JPR)

 TOP
Artikel Lainya