Rabu, 13 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Wonri Rusak Rumah Karena Dendam Tak Dibelikan Bakso

28 Desember 2018, 17: 40: 59 WIB | editor : Perdana

BARANG BUKTI: Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti Istiwidayati menunjukkan parang yang dibawa Andri Novian saat mengacak-acak rumah kerabatnya di Giritirto, Wonogiri Kota.

BARANG BUKTI: Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti Istiwidayati menunjukkan parang yang dibawa Andri Novian saat mengacak-acak rumah kerabatnya di Giritirto, Wonogiri Kota. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI – Tidak peduli masih kerabat, Andri Novian alias Wonri, 32, merusak perabotan dan mengancam sejumlah orang di rumah TH, 34, alias Gombloh warga Lingkungan Cubluk RT 004 RW 004, Kelurahan Giritirto, Kecamatan Wonogiri, menggunakan parang (sebelumnya ditulis pedang, Red), Minggu (23/12).

Bukan hanya itu, residivis penganiayaan dan pembunuhan tersebut menggondol tas berisi uang tunai Rp 22 juta. Di hadapan Kapolres Wonogiri Uri Nartanti Istiwidayati, tersangka warga Bauresan RT 04 RW 02, Kelurahan Giritirto, Kecamatan Wonogiri itu melakukan perbuatannya karena dendam tak dibelikan bakso oleh TH. 

"Saya dendam tidak dibelikan bakso. Waktu saya datang dengan keponakan saya juga diusir," ujar Wonri di Mapolres Wonogiri, Kamis (27/12). 

Saat datang ke rumah Gombloh, yang dicari sedang tidak berada di rumah. Dia lalu menghancurkan sejumlah perabotan dan merampas tas yang dibawa karyawan Gombloh berisi uang puluhan juta. "Saya juga tidak tahu kalau di dalam tas ada uangnya," akunya. 

Berdasarkan catatan kepolisian, Wonri sudah beberapa kali masuk penjara. Bahkan, enam bulan lalu dirinya baru dibebaskan dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan. 

Adapun kasus kejahatan yang menjerat Wonri yakni tindak pidana pencurian dengan kekerasan pasal 365 ayat 1, 2 KUHP dengan surat putusan dari Pengadilan Negeri (PN) Wonogiri Nomor : 171/ Pid.B/2008/PN.Wng tertanggal 16 Desember 2008. 

Selanjutnya, tindak pidana pencurian dengan kekerasan pasal 365 ayat 1, 2 KUHP dengan surat putusan dari PN Wonogiri Nomor : 180/ Pid.B/2008/PN.Wng tertanggal 30 Desember 2008.

Kemudian, tindak pidana pembunuhan pasal 338 KUHP dengan surat putusan dari PN Wonogiri Nomor : 123/ Pid.B/2008/PN.Wng tanggal 24 Agustus 2009.

Pada tahun tersebut, Wonri terbukti membunuh Furi Heriyanto, 38, warga Kerdukepik, Kelurahan Giripurwo, Wonogiri di Blok A Nomor 20 Rumah Tahanan (Rutan) Wonogiri dengan cara dipukul menggunakan barbel beton. 

Pembunuhan tersebut berlatar belakang pinjam meminjam STNK/BPKB. Selain itu, Wonri mengaku jengkel karena Furi yang juga pesakitan kasus penipuan tersebut menuduh Wonri sering memeras narapidana lainnya.

Saat kejadian, Furi tinggal menjalani sisa masa tahanan selama tiga hari, sedangkan Wonri sebagai terpidana kasus perampokan menyisakan masa tahanan lebih dari setahun. (kwl/wa)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia