Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Sandi Janji Pasokan Bahan Baku dan Permodalan Lancar 

28 Desember 2018, 16: 32: 45 WIB | editor : Perdana

MENYAPA: Calon Wakil Presiden (Cawapres) Nomor urut 2 Sandiaga Uno mengunjungi perajin di Desa Wisata Rotan. 

MENYAPA: Calon Wakil Presiden (Cawapres) Nomor urut 2 Sandiaga Uno mengunjungi perajin di Desa Wisata Rotan.  (RYANTONO P.S./RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO – Calon Wakil Presiden (Cawapres) Nomor urut 2 Sandiaga Uno mengunjungi perajin di Desa Wisata Rotan kemarin (28/12). Dia berdialog dengan perajin dan menjanjikan akan mengatasi persoalan kesulitan bahan baku dan permodalan. 

Sandiaga mengatakan, pihaknya memang sengaja datang ke Desa Wisata Trangsan lantaran lokasi tersebut menggerakan dan membuka sebanyak 400 UMKM dan menghidupi 7000an pekerja. Dalam kunjungan tersebut, dia mendapatkan keluhan terkait kesulitan bahan baku rotan. ”Selain bahan baku juga keperluan modal,” papar dia. 

Namun, menurut dia persoalan lain yang harus diperhatikan adalah tentang promosi dilokasi tersebut. Produk yang ada harus dipromosikan dengan baik. Bila perlu ada show room tetap di luar negeri untuk memamerkan produk itu. Jadi, nanti show room tersebut tidak hanya untuk memamerkan rotan saja. Bisa bergantian dengan produk UMKM lainnya. 

”Saya menjanjikan bahan baku pasokan aman kedua permodalan kita berikan mencukupi dengan bungan tidak mencekik dan pemasaran. Untuk show room di luar negeri yang penting orangnya bukan 4 L (lo lagi lo lagi) tapi bisa langsung pengusaha kecil yang dari bawah mau naik kelas,” papar dia. 

Dia juga mengatakan, Desa Wisata rotan dapat dijadikan tempat untuk berwisata belanja. Jadi, para pengunjung bisa langsung membeli dari lokasi pembuatan di wilayah sekitar. Sementara itu, terkait dengan perizinan untuk para pengusaha perlu untuk dimudahkan. Sandi menyebut dulu saat di DKI pihaknya juga memangkas tahap perizinan. 

Saat kunjungan tersebut, pihaknya juga menanngapi pertanyaan soal pihaknya yang tidak akan impor beras. Sandi mengatakan, terkait hal ini harus melihat data terlebih dahulu. Kalau stok mencukupi tentu pihaknya tidak akan impor. Setelah itu, mengamankan jalur distribusi. Menurut dia saat ini data beras banyak yang salah dan juga menekan adanya mafia impor. (yan)

(rs/yan/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia