Jumat, 15 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Potensi Gelombang Tinggi, Wisatawan Diimbau Jauhi Pantai

29 Desember 2018, 14: 30: 59 WIB | editor : Perdana

ANTISIPASI: Tradisi Labuhan Ageng Suran di Pantai Sembukan belum lama ini. BPBD mengingatkan potensi gelombang tinggi.

ANTISIPASI: Tradisi Labuhan Ageng Suran di Pantai Sembukan belum lama ini. BPBD mengingatkan potensi gelombang tinggi. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri mengimbau masyarakat tidak mendekati garis pantai hingga 31 Desember. Sebab, diperkirakan terjadi gelombang tinggi 4-6 meter di Samudera Hindia. 

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Wonogiri Bambang Hariyanto mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi dari Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait peringatan dini gelombang tinggi. Peringatan tersebut berlaku sejak 28 Desember pukul 07.00 hingga 31 Desember pukul 07.00. 

"Peringatan ini sudah kami teruskan kepada camat dan kepala desa yang wilayahnya terdapat pantai," kata Bambang, Jumat (28/12). 

Berdasarkan informasi dari BMKG, terdapat pola tekanan rendah 1002 hectopascal (hPa), 1003 hPa, dan 1007 hPa di Samudra Pasifik timur, Filipina, Laut Arafuru bagian barat, dan Laut Cina Selatan.

Pola angin di wilayah Indonesia umumnya bergerak dari barat daya barat laut dengan kecepatan antara 5-25 knot. "Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Sunda, perairan Kepulauan Seribu, Laut Jawa, Laut Sulawesi, Perairan Kepulauan Sangihe, Kepulauan Talaud, dan Laut Flores. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di wilayah-wilayah itu," beber Bambang. 

Sedangkan tinggi gelombang 2,5 -4,0 meter berpeluang terjadi di perairan Selatan Cilacap; perairan Selatan Kebumen; Perairan Selatan Purworejo dan Perairan Selatan Jogjakarta.

Kemudian, tinggi gelombang 4-6 meter berpeluang terjadi di Samudera Hindia Selatan Cilacap; Samudera Hindia Selatan Kebumen; Samudera Hindia Selatan Purworejo, dan Samudera Hindia Selatan Jogjakarta. 

"Harap diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran dan perahu nelayan, karena kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter. Sedangkan kapal tongkang harus waspada kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter," terangnya. 

Ditambahkan Bambang, masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada. Khususnya bagi para wisatawan atau warga pendatang. "Terutama untuk wisatawan, kita imbau untuk menjauhi garis pantai," tandasnya. (kwl/wa)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia