Rabu, 20 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Konsumsi BBM Membengkak saat Momen Nataru

03 Januari 2019, 10: 00: 59 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

Seorang pengguna jalan tol mengisi BBM jenis Pertamax di sebuah rest area di ruas Tol Solo-Kertosono di masa libur Natal dan Tahun Baru 2019.

Seorang pengguna jalan tol mengisi BBM jenis Pertamax di sebuah rest area di ruas Tol Solo-Kertosono di masa libur Natal dan Tahun Baru 2019. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Libur panjang Natal dan Tahun Baru 2019 (Nataru) dimanfaatkan masyarakat untuk bepergian. Imbasnya, konsumsi harian bahan bakar minyak (BBM) mengalami kenaikan. Baik untuk BBM jenis Perlite maupun Pertamax Series. Sementara untuk jenis Gasoil, justru mengalami penurunan signifikan.

Manajer Unit Komunikasi dan CSR PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) IV Andar Titi Lestari mengakui konsumsi hampir semua jenis BBM mengalami kenaikan. Kenaikan ini dinilai wajar. Mengingat akhir tahun banyak masyarakat yang berkendara untuk mudik Nataru.

”Untuk Pertalite tercatat ada kenaikan konsumsi sebesar 17 persen dari rata-rata harian 1.817 kilo liter (KL) menjadi 2.118 KL. Data ini dihitung selama setengah bulan sejak 14-30 Desember,” kata Andar kepada Jawa Pos Radar Solo, Rabu (2/1). 

Sedangkan untuk jenis Pertamax Series, kenaikan tercatat 13 persen dari rata-rata harian. Biasanya konsumsi pertamax hanya 2.272 KL. Namun pada momentum Nataru meningkat menjadi 2.582 KL. Dengan rincian jenis Pertamax naik 2 persen dari 444 KL menjadi 451 KL dan Pertamax Turbo naik 13 persen, dari 11 KL jadi 13 KL. 

Untuk jenis Gasoil tercatat ada penurunan lima persen dari biasanya. Untuk konsumsi normal biasanya mencapai 1.108 KL. Saat ini menurun hanya menjadi 1.049 KL.

”Penurunan mayoritas hanya terjadi pada jenis Solar saja, namun cukup signifikan. Yakni dari 1.078 KL menjadi 1.005 KL. Untuk jenis lainnya justru ada peningkatan. Baik Dexlite maupun Pertamina Dex,” papar Andar. 

Lonjakan ini sebenarnya sudah diantisipasi Pertamina dengan menambah pasokan.

”Untuk wilayah Eks Karesidenan Surakarta ini kami menambah stok 12 persen dari konsumsi normal harian. Biasanya 2.376,57 KL per hari. Stok kami tambah menjadi 2.668,22 KL per hari. Untuk BBM jenis Gasoline, yaitu Premium, Pertalite, dan Pertamax Series kami siagakan,” tandasnya. (vit/fer)

(rs/vit/fer/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia