Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Karanganyar
Tim Gabungan mencari dari Hutan Tambak

Satu PNS Tersesat di Gunung Lawu

03 Januari 2019, 15: 02: 41 WIB | editor : Perdana

Foto : Persiapan pencarian korban pendakian lawu yang tersesat di hutan Tambak, Tahura, Berjo, Karanganyar.

Foto : Persiapan pencarian korban pendakian lawu yang tersesat di hutan Tambak, Tahura, Berjo, Karanganyar.

Share this      

KARANGANYAR – Salah satu warga Kerjo, Karanganyar, Bambang Santoso, 55, Rabu (2/1) pagi dikabarkan tersesat saat melakukan pendakian ke puncak Gunung Lawu.

Menurut informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Solo di lapangan, Bambang diketahui bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) salah satu guru SD di Kecamatan Kerjo. Informasi hilangnya Bambang awalnya muncul dari pernyataan salah satu keluarganya, yakni Wariyanto. Dirinya membuat postingan di jejaring sosial, terkait hilangnya Bambang.

Wariyanto meminta tolong kepada sejumlah relawan dan anggota SAR yang ada di Karanganyar, untuk mencari keberadaan kakaknya, yang diketahui mendaki Gunung Lawu lewat dari jembatan merah Sukuh, Desa Berjo, Ngargoyoso, Karanganyar pada Selasa (1/1) lalu.

Melihat adanya postingan tersebut, akhirnya sejumlah relawan dan anggota SAR yang bertugas di Karanganyar, langsung melakukan koordinasi untuk melakukan klarifikasi terhadap keluarga Wariyanto.

Kapolsek Ngargoyoso, AKP Apin Sunu membenarkan adanya informasi tersebut. Saat ini jajaran anggota polsek bersama anggota Koramil setempat ikut mencari. Tim gabungan bertambah dengan hadirnya relawan dari Anak Gunung Lawu, Rimba Lawu, Relawan Cetho (Recho), BPBD, SAR, MDMC Karanganyar, dan sejumlah warga sekitar.

”Kalau laporan secara resmi ke Mapolsek memang belum ada, ini nanti akan kami minta untuk keluarga yang bersangkutan membuat laporan,” ucap Kapolsek.

Kapolsek menjelaskan Bambang diketahui mendaki gunung lawu, setelah sebelumnya kendaraan sepeda motor miliknya dititipkan ke salah satu rumah warga yang ada di wilayah Kemuning.

Setelah itu dirinya berjalan kaki, Bambang mulai melakukan pendakian melalui jalur Taman Hutan Raya (Tahura), setelah mendaki, kemudian Senin (1/1) sekitar pukul 20.00 WIB, Bambang mengabarkan ke keluarganya kalau dirinya tersesat di Hutan Tambak.

Sementara itu, salah satu anggota Badan SAR Nasional (Basarnas) Tri Puji Sugiharto mengaku saat ini pihaknya sudah melakukan penyisiran  mencari korban yang tersesat. Pemberangkatan tim penyisiran dibagi menjadi 3 satuan regu (SRU).

”Kami akan melakukan penyisiran dari Hutan Tambak, wilayah Tahura,” singkatnya. (rud/nik)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia