Senin, 27 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Klaten

31 Formasi CPNS Klaten Tak Terisi

03 Januari 2019, 20: 00: 43 WIB | editor : Perdana

LOWONG: Verifikasi berkas dokumen CPNS oleh BKPPD Klaten.

LOWONG: Verifikasi berkas dokumen CPNS oleh BKPPD Klaten. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Klaten segera mengumumkan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang lolos seleksi. Mereka sebelumnya telah melaksanakan tes seleksi kemampuan bidang (SKB) yang dilaksanakan 9-10 Desember 2018 di Jogja. Dari 709 formasi yang dibutuhkan, 31 di antaranya dipastikan tidak terisi.

Jumlah peserta yang menjalani tes SKB terdapat 1.252 peserta. Dari jumlah itu, terdapat tujuh peserta yang tidak mengikuti seleksi.

”Ini memang belum kami umumkan kepada para peserta, siapa saja yang lolos seleksi. Tapi formasi dokter spesialis dipastikan tidak terisi. Karena berkaitan dengan batasan usia saat pendaftaran CPNS,” kata Kabid Pengembangan dan Diklat BKPPD Klaten, Rijana kepada Jawa Pos Radar Solo di ruangan kerjanya, Rabu (2/1).

Klaten masuk dalam 11 kabupaten di Jawa Tengah yang terlambat mengumumkan. Kendati demikian, BKPPD menargetkan pekan ini akan segera diumumkan kepada para peserta. BKPPD pun sibuk mempersiapkan administrasi untuk pengumuman itu.

Kepala Sub Bidang (Kasubid) Pengadaan dan Pengembangan Pegawai Bidang Pengembangan dan Diklat, BKPPD Klaten, Tamtama menambahkan, secara rinci dari 31 formasi  yang tidak terisi itu, terdiri dari  17 dokter spesialis dan 14 tenaga honorer K2. ”Jadi formasi yang terisi ya sekitar 600-an. Soalnya ada sejumlah faktor yang membuat 31 formasi tidak terisi,” paparnya.

Tidak terisinya formasi khusus dokter spesialis karena terganjal aturan batasan usia pendaftaran, yakni 35 tahun. Dari 19 formasi dokter spesialis untuk RSUD Bagas Waras Klaten, hanya terisi dua formasi. Yakni formasi dokter spesialis paru dan dokter spesialis bedah.

Tamtama memandang, lamanya pendidikan yang harus ditempuh seorang dokter untuk bisa menjadi spesialis jadi penyebab utamanya. Sebab rata-rata dokter spesialis disandang ketika usianya di atas 35 tahun. Hal ini yang membuat dokter spesialis ketika hendak mendaftar, terhalang aturan tersebut.

”Sedangkan 14 formasi bagi tenaga honorer K2 ini karena secara passing grade memang tidak memenuhi kualifikasi. Baik yang ditetapkan pemerintah yang pertama maupun setelah passing grade-nya diturunkan. Tetap saja mereka tidak lolos seleksi,” urai Tamtama.

Dalam waktu dekat akan diumumkan CPNS yang lolos tes SKB. Melalui website resmi bkppd.klatenkab.go.id dan klatenkab.go.id. Di dalam pengumuman itu juga akan disertakan sejumlah persyaratan yang harus segera dipenuhi. Guna pemberkasan untuk pengusulan nomor induk kepegawaian (NIP).

”Harapannya para peserta untuk selalu memperbarui informasi dengan sering-sering mengakses website resmi itu. Nantinya setelah pengumuman akan kita lakukan pengarahan kepada mereka beberapa hari. Kami jelaskan persyaratan untuk masing-masing per jabatan agar pemberkasan dapat segera kami selesaikan,” tandasnya. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia