Selasa, 22 Jan 2019
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Penukaran Uang Lama Sudah Ditutup

03 Januari 2019, 20: 27: 15 WIB | editor : Perdana

LAYANAN: Penukaran uang di Benteng Vastenberg beberapa waktu lalu.

LAYANAN: Penukaran uang di Benteng Vastenberg beberapa waktu lalu. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

SOLO – Penukaran uang emisi 1998 dan 1999 melalui Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Solo ditutup Minggu (30/12). Hasilnya sudah ada Rp 574. 830.000 uang lama ditukarkan. KPwBI juga memastikan penukaran uang emisi lama tidak dilayani lagi.

Kepala Tim Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah dan Layanan Administrasi (SPPURLA) KPwBI Solo, Bakti Artanta mengatakan, masih banyak uang emisi 1998 dan 1999 yang beredar di masyarakat. ”Dari data yang berhasil kami himpun dalam setahun ini, tercatat Rp 574.830.000 yang sudah ditukarkan,” bebernya kepada Jawa Pos Radar Solo, Rabu (2/1).

Total penukaran uang emisi 1998 dan 1999 didominasi pecahan besar. Yakni Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu.  Masyarakat yang menukar tidak hanya berasal dari Solo saja. Namun juga beberapa kota lainnya. ”Ada yang dari Ngawi, Jawa Timur. Masih ada juga yang datang dari kota lainnya. Hari terakhir, Minggu (30/12) sekitar Rp 4 juta ditukarkan masyarakat,” tandas Bakti.

Sebagai informasi, uang emisi 1998-1999 dilakukan penarikan karena masa berlakunya telah habis. Yakni uang pecahan Rp 10 ribu bergambar pahlawan Cut Nyak Dien. Pecahan Rp 20 ribu bergambar Ki Hajar Dewantara, pecahan Rp 50 ribu bergambar W.R. Supratman, dan pecahan Rp 100 ribu bergambar Soekarno-Hatta.

Kepala KPwBI Solo, Bandoe Widiarto menyebut penukaran uang emisi lama ini paling lambat 30 Desember. Pihaknya melayani penukaran mulai pukul 08.30-12.00 WIB. ”Setelah 30 Desember 2018, penukaran tidak dilayani. Memang masih bisa diserahkan ke BI, namun kami tidak mengganti dengan nominal yang sama,” bebernya. (vit/fer)

(rs/vit/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia