Sabtu, 07 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Pembobol Konter HP Singosaren Tertangkap, Hasil Penjualan Capai 800Jt

04 Januari 2019, 08: 15: 59 WIB | editor : Perdana

BURU YANG LAIN: Dua pelaku pembobolan konter HP di Plaza Singosaren hanya bisa menunduk saat digelandang anggota Mapolresta Surakarta kemarin (3/1).

BURU YANG LAIN: Dua pelaku pembobolan konter HP di Plaza Singosaren hanya bisa menunduk saat digelandang anggota Mapolresta Surakarta kemarin (3/1). (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Pembobolan 11 konter handphone (HP) di Plaza Singosaren dilakukan oleh komplotan profesional. Awalnya, kawanan ini tidak berniat beraksi di Kota Solo.

Itu diungkapkan Kasat Reskrim Polresta Surakarta Kompol Fadli pada rilis penangkapan dua pelaku pembobolan konter HP Plaza Singosaren di Mapolresta Surakarta kemarin (3/1). Polisi masih memburu empat kawanan lainnya. 

Mereka yang diringkus yakni Tejo Lelono Sigit Permono,30, warga Jalan Rasuna Nomor 47 RT 01 RW 01 Kelurahan Pangajaran, Kecamatan Teluk Betung Utara, Bandar Lampung, dan Candra Edi Lesmana, 35, warga Kampung Cisadas RT 02 RW 05, Kelurahan Cisadas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Hasil penyelidikan polisi, komplotan ini sudah beraksi sejak setahun terakhir. Sasarannya bukan hanya di Kota Solo, tapi juga Kudus dan Bogor. 

“Mereka kelompok profesional. Sebelum beraksi, pagi harinya datang ke lokasi untuk melakukan pementaan. Titik mana mereka bisa masuk, serta lokasi mana saja yang keamanannya longgar. Setelah itu, baru malamnya beraksi. Alatnya untuk membobol (konter, Red) lengkap dan telah dipersiapkan,” katanya.

Awalnya, lanjut Fadli, Tejo CS mengincar target di kawasan Simpang Lima Semarang. Tapi, mereka tidak menemukan sasaran empuk. Akhirnya, kawanan yang berjumlah enam orang tersebut bergerak ke Kota Solo dan menyasar konter HP Plaza Singosaren.

Dalam semalam, para pelaku datang ke lokasi sebanyak dua kali. Yang pertama mereka membobol tiga konter sisi barat Plaza Singosaren. Mereka menggondol dua karung boks HP. Tapi, setelah dicek di lokasi persembunyian, boks tersebut kosong. Tidak ada HP-nya.

“Mereka lalu kembali lagi dan membobol 11 konter. Namun, hanya delapan yang dikuras habis,” jelas kasat reskrim.

Dari belasan konter tersebut, pelaku menggasak 500 unit handphone berbagai merek. Barang curian itu dijual murah di Jakarta dengan total hasil penjualan Rp 800 juta.

Candra mendapat bagian Rp 50 juta dan Tejo Rp 25 juta. Mereka menggunakan uang tersebut untuk membeli sepeda motor. Sedangkan uang sisa kejahatan sekitar Rp 700 juta diduga kuat masih dibawa komplotan lainnya.  

Polresta Surakarta sudah mengantongi identitas empat orang buruannya. Di antaranya M dan I yang menjadi otak pencurian. Dari tangan Tejo dan Candra, polisi menyita sejumlah HP dan perhiasan yang merupakan hasil kejahatan. Mereka akan dijerat pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan pemberatan. Ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara. (atn/wa)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia