Jumat, 19 Jul 2019
radarsolo
icon featured
Solo
Lalu Litas Overpass Manahan

Abaikan Rambu Lalu Lintas, Pengendara Nekat Putar Balik 

04 Januari 2019, 12: 38: 27 WIB | editor : Perdana

ANCAM KESELAMATAN: Pengendara sepeda motor nekat putar balik di ujung water barrier Jalan Adi Sucipto setelah turun dari overpass, meski di lokasi ada rambu larangan berputar.

ANCAM KESELAMATAN: Pengendara sepeda motor nekat putar balik di ujung water barrier Jalan Adi Sucipto setelah turun dari overpass, meski di lokasi ada rambu larangan berputar. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Masih sulit memberikan pemahaman kepada masyarakat agar mematuhi rambu lalu lintas. Padahal hal itu demi keselamatan mereka sendiri. Seperti yang terjadi di kawasan sekitar Overpass Manahan.

Pantauan koran ini, tidak hanya kawasan Kota Barat yang krodit karena menunggu kendaraan menyeberang. Pelanggaran lalu lintas juga paling kerap terjadi di ujung marka setelah turun dari overpass menuju Jalan Adi Sucipto. 

Masih banyak pengendara memilih jalan pintas memutar balik arah di ujung water barrier menuju Jalan MT Haryono. Kondisi ini tentu saja memicu kemacetan. Baik kendaraan dari overpass maupun dari arah barat (Jalan Adi Sucipto Manahan) menuju Jalan MT Haryono atau Pasar Nongko. 

“Sering sepeda motor  langsung putar balik. Akhirnya kendaraan dari arah Manahan terhalang dan efeknya terjadi kemacetan,” ujar Budi Setyawan, salah satu pengendara yang lewat tempat tersebut.

Dia berharap ada petugas di lokasi tersebut dan menindak tegas masyarakat yang tidak patuh terhadap rambu lalu lintas. Karena kalau dibiarkan maka arus lalu lintas akan terganggu. “Overpass ini kan sudah hampir dua pekan beroperasi, harusnya masyarakat juga paham itu. Makanya sudah saatnya aturan ditegakkan agar tidak sembarangan melanggar,” timpal Budiman, pengendara lain.

Kabid Lalulintas Dishub Surakarta Ari Wibowo mengakui, sejauh ini dari pantauan CCTV banyak kejadian-kejadian di atas overpass . Dari kendaraan yang nekat berputar balik, menyalip kendaraan lain, hingga ada pejalan kaki dan pesepeda yang nekat naik. Termasuk pengendara yang putar balik di ujung water barrier Jalan Adi Sucipto.

“Nantinya kita akan memasang pengeras suara di bawah CCTV, sehingga kalau ada kendaraan yang melanggar dan berpotensi menimbulkan kemacetan bahkan membahayakan nyawa mereka maupun pengendara lain bisa kita tegur dari ruang pantauan,” ujarnya. (atn/bun)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia