Selasa, 18 Jun 2019
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Rumah Sakit Stop BPJS, Pasien Dirujuk ke Jatim

04 Januari 2019, 12: 55: 59 WIB | editor : Perdana

PROSES AKREDITASI: Rumah Sakit Islam Amal Sehat Sragen dan Rumah Sakit Amal Sehat Wonogiri sementara hanya bisa melayani pasien umum.

PROSES AKREDITASI: Rumah Sakit Islam Amal Sehat Sragen dan Rumah Sakit Amal Sehat Wonogiri sementara hanya bisa melayani pasien umum. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI - Pasca dihentikannya layanan BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Amal Sehat Slogohimo, Wonogiri, beberapa pasien pengguna fasilitas kesehatan gratis tersebut terpaksa dirujuk ke rumah sakit di Ponorogo, Jawa Timur. Kondisi ini tentu saja membuat pasien lebih repot karena jarak mereka dengan rumah semakin jauh.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Wonogiri Adhi Dharma mengaku memantau langsung beberapa rumah sakit rujukan seperti RS Medika Mulya dan RS Marga Husada. “Kami pastikan pasien BPJS Kesehatan dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pratama (FKTP) di Wonogiri timur ini dirujuk ke mana, kendalanya seperti apa,” kata Adhi Dharma. 

Dari beberapa puskesmas di Wonogiri timur seperti Kismantoro, Purwantoro 1 dan 2 serta Puhpelem merujuk pasien BPJS Kesehatan ke Ponorogo, Jawa Timur, kemudian ke RSUD Wonogiri dan rumah sakit di  Kota Solo. 

Untuk Puskesmas Kismantoro ada empat pasien terpaksa dirujuk ke Ponorogo. Kemudian  Puskesmas Puhpelem merujuk 15 pasien ke Ponorogo, 5 ke Solo dan 6 ke Wonogiri. Sedangkan Puskesmas Purwantoro 1 dan 2 merujuk 9 pasien ke Ponorogo, 3 ke Solo dan 6 ke Wonogiri.  “Sebagian besar rujukan ke Ponorogo. Karena itu jarak terdekat daripada ke Wonogiri atau Solo,” kata Adhi Dharma. 

Kemudian, dari hasil pantauan di lapangan, Adhi Dharma menyebut bahwa dua rumah sakit rujukan seperti Marga Husada dan Medika Mulya baru per 1 Januari 2019 ini kembali bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. September 2018 lalu, pelayanan BPJS Kesehatan di kedua rumah sakit itu juga berhenti.

“Di Medika Mulya ada enam pasien BPJS Kesehatan rawat jalan, empat pasien rawat inap di antaranya dari Wonogiri timur. Kemudian di Marga Husada ada 12 pasien cuci darah dari Wonogiri timur juga,” ujarnya. 

Terpisah, Kepala Puskesmas Slogohimo Suwardi mengatakan, setelah terhentinya layanan BPJS di RSI Amal Sehat Slogohimo, kunjungan pasien BPJS ke Puskesmas Slogohimo masih stabil seperti hari biasanya. Pasien yang berobat jalan pada hari tertentu sekitar 100 orang lebih, namun kalau hari biasa rata-rata 70 orang.

“Itu belum termasuk pasien di puskesmas pembantu  dan PKD. Jadi sebulan rata-rata pasien yang berkunjung ke Puskesmas Slogohimo hampir 2.600 lebih,” kata Suwardi, Kamis (3/1)

Kemudian, untuk pasien rujukan bisa dirujuk ke rumah sakit di Ponorogo dan semua rumah sakit di Wonogiri, Solo dan sekitarnya. Semua rujukan dan rawat jalan tidak ada kendala. “Rata rata perhari pasien yang di rujuk 10 orang, tergantung permintaan pasien,” katanya. 

Kondisi dilema juga dialami Rumah Sakit Islam (RSI) Amal Sehat Sragen. Kondisi ini berdampak pada pasien yang kecewa lantaran belum bisa dilayani dengan BPJS di rumah sakit tersebut.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyampaikan, di Indonesia ada sekitar 500 rumah sakit yang diputus kerja samanya karena terkendala akreditasi. Termasuk RSI Amal Sehat Sragen. ”Karena ada berbagai faktor, mulai dari kesiapan fisik, SDM menjadi penentu,” terangnya saat meresmikan dua Puskesmas Gondang, Rabu (3/1).   

Saat ini kata bupati, RSI Amal Sehat Sragen masih mengurus akreditasi seperti yang disyaratkan. Ada batas waktu sampai Juli 2019 untuk akreditasi rumah sakit. ”Kami siapkan kesanggupan dari direktur maupun kesiapan dari pemilik rumah sakit. Termasuk persiapan fisik, bimbingan dan sebagainya,” pihaknya.

Masalah terhentinya BPJS Kesehatan ini, kata bupati, juga sangat disayangkan 6 ribu pasien RSI Amal Sehat. ”Satu hari banyak pasien yang sudah ke RS Amal Sehat akhirnya kembali,” terangnya. (din/bun)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia