Senin, 18 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Sukoharjo
Pembunuhan Pria Dalam Mobil

Gali Motif Pembunuhan, Polisi Tunggu Saksi Kunci 

04 Januari 2019, 13: 20: 59 WIB | editor : Perdana

DILARANG JENGUK: Korban luka parah ditemukan di dalam mobil di Weru, Sukoharjo, Suyanti masih dirawat di RSI Cawas.

DILARANG JENGUK: Korban luka parah ditemukan di dalam mobil di Weru, Sukoharjo, Suyanti masih dirawat di RSI Cawas.

Share this      

SUKOHARJO – Kasus tewasnya Mujiman, 49, warga Pungsari, Desa Jatingarang, Kecamatan Weru, Sukoharjo di dalam mobil dengan penuh luka masih menjadi misteri. Meski beredar informasi bahwa kasus tersebut terkait dengan utang piutang, namun polisi hingga kemarin masih kesulitan mengungkap motif kejadian Rabu sore tersebut (2/1). 

Bahkan, saksi kunci Suyanti, 60 (sebelumnya ditulis Suyatmi) yang saat kejadian ditemukan di sebelah jasad Mujiman, hingga kemarin masih dirawat di Rumah Sakit Khusus Bedah (RSKB) Islam Cawas, Klaten dan boleh diwawancarai wartawan. 

Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi mengatakan, sampai saat ini motif kasus tersebut masih didalami penyidik. Pihaknya, belum bisa menyebut Mujiman sebagai korban pembunuhan. Sebab, sampai saat ini masih meminta keterangan sejumlah saksi. 

”Yang ada dalam mobil itu sampai sekarang memang hanya dua orang, yaitu M (Mujiman) dan S (Suyanti). Itu kami ketahui dari sandal yang tertinggal di mobil,” papar dia.

Terkait kabar bahwa kasus tersebut terkait utang  piutang antara keduanya, kapolres mengakui bahwa dari keterangan sejumlah saksi kedauanya memang memiliki hubungan utang  piutang. Namun, apakah itu yang menjadi motif pembunuhan, pihaknya belum bisa menyimpulkan.

 ”Kami masih menunggu saudara S sadar karena dia masih kritis di rumah sakit dan belum bisa diperiksa. Hanya S yang bisa memberikan keterangan soal apa yang terjadi di dalam mobil. Jadi tunggu saja,” papar dia.

Kapolres mengatakan, bahwa S ini menderita luka sayatan di tangan. Sementara itu, memang dalam olah tempat kejadian perkara (TKP) ditemukan martil (palu) dan pisau, namun belum diketahui itu milik siapa. 

Dari beberapa keterangan yang didapat koran ini, Mujiman dengan Suyanti memang memiliki hubungan pertemanan. Mereka merupakan rekan dalam usaha dagang. Dari informasi Mujiman pernah meminjam uang kepada Suyanti. Saat itu, Suyanti akan menagih utang kepada Mujiman yang berjualan di Pasar Semin. 

Keduanya kemudian menuju sebuah bank di daerah Semin, Gunungkidul, Jogjakarta. Mereka mengendarai mobil Toyota Kijang merah AB 1254 GD. Namun, lantaran antrean masih panjang keduanya pergi mencari makan dulu. Setelah makan keduanya tidak langsung menuju bank. Namun, mobil malah ditemukan berhenti di jalan raya Watu Kelir – Cawas dan di dalamnya terdapat Mujiman sudah tewas bersimbah darah, sedangkan Suyanti menderita luka parah.

”Saya tidak berpikir kalau di dalam (mobil) ada orang lain. Fokus saya membawa korban ke rumah sakit,” ujar salah satu saksi Didik.

Pelaksana Humas RSKB Islam Cawas Danik Krisnawati mengatakan, Suyanti di rawat di ruang Usman Bin Affan RSKB Islam Cawas, korban datang ke rumah sakit pada Rabu (2/1) sore sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu korban diantarkan oleh keluarganya yang langsung menjalani perawatan di instalasi gawat darurat (IGD).

“Saat itu kondisi korban sadar dan langsung kami tindaklanjuti dengan tindakan medis. Kami melihat korban mengalami luka pada kepala bagian atas hingga belakang. Ada sayatan dari benda tajam sehingga harus dijahit sebanyak 20 jahitan,” jelas Danik ini saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (3/1).

Danik juga mengatakan bahwa korban juga mengalami luka di bagian pelipis sebelah kiri berupa sayatan. Hal ini membuat korban harus menerima 10 jahitan. Begitu juga di bagian punggung tangan sebelah kanan mengalami luka sayatan sehingga harus menerima empat jahitan.

“Kondisi korban saat ini sudah semakin membaik dan sudah dapat berkomunikasi. Tidak ada tanda-tanda trauma dari peristiwa yang dialaminya. Dia juga sudah dapat menceritakan beberapa bagian kejadian saat saya tadi menjenguknya,” jelas Danik.

Saat ditanya bagaimana kronologi kejadian yang diceritakan kepada dirinya, Danik enggan untuk membeberkan. Dirinya beralasan hal itu bagian dari privasi keluarga pasien sehingga rumah sakit pun tidak boleh menceritakan kepada orang lain. Termasuk melarang Jawa Pos Radar Solo untuk menemui korban di ruang perawatan untuk konfirmasi secara langsung.

Danik mengaku, jika korban sudah dimintai keterangan oleh kepolisian terkait peristiwa yang terjadi di jalan raya Watu Kelir-Cawas itu. Meski menjadi saksi kunci dari peristiwa pembunuhan, tetapi tidak ada perlakukan istimewa dari rumah sakit kepada korban. Suyanti dirawat bersama dengan pasien lainnya di ruang yang sama.

“Saya pastikan tidak ada aparat kepolisian yang berjaga-jaga di sana. Tetap seperti pasien lainnya yang ditunggu oleh keluarganya. Kondisinya sudah sadar penuh,” jelasnya

Seperti diberitakan, Mujiman ditemukan tewas bersimbah darah di dalam mobil Toyota Kijang Nopol AB 1254 GD di jalan raya Watu Kelir - Cawas kemarin (2/1) pukul 16.15. Diduga dia tewas dibunuh. Sementara itu, Suyanti yang mengalami luka parah di dalam mobil tersebut dilarikan ke RSKB Islam Wonogiri. (yan/ren/bun)

(rs/yan/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia