Sabtu, 19 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Lelang pasar Tunggulsari Gagal, Rp 10,5 Miliar Muspro

05 Januari 2019, 07: 00: 59 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

Harapan pedagang Pasar Tunggulsari agar pasar tersebut direvitalisasi kandas.

Harapan pedagang Pasar Tunggulsari agar pasar tersebut direvitalisasi kandas. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Alokasi anggaran Rp 10,5 miliar yang sedianya untuk pembangunan Pasar Tunggulsari, Pasar Kliwon muspro. Pemkot gagal melelang proyek tersebut. Akhirnya dana tersebut dikembalikan ke pemerintah pusat.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Surakarta Subagiyo mengatakan, pemkot mendapatkan bantuan pemerintah pusat sebesar Rp 6 miliar untuk merevitalisasi Pasar Tunggulsari pada September 2018. Pemkot juga menyediakan anggaran pendampingan dari APBD 2018 Rp 4,5 miliar. Disdag langsung membuka lelang pada bulan itu juga.

“Bantuan itu cair di akhir tahun. Sebenarnya kami tahu bahwa tidak mungkin kegiatan ini terlaksana, tetapi tetap kami buka lelang,” ujarnya.

Lelang yang dilakukan terkesan memaksakan diri. Setelah dibuka lelang secara online, tidak ada satu pun yang berminat. Keputusan akhirnya diambil, kedua anggaran dengan total Rp 10,5 miliar itu dikembalikan karena tahun anggaran 2018 sudah akan berakhir. Pemkot pun tidak memiliki pilihan lain.

“Lelang itu prosedur. Meskipun sejak awal kami yakin jika tidak ada peserta lelang karena mepetnya waktu pengerjaan. Apalagi revitalisasi itu diprediksi membutuhkan waktu pengerjaan selama enam bulan. Akhirnya dana bantuan pemerintah pusat kami kembalikan lagi karena tidak ada rekanan yang memenangkan lelang,” terangnya

Setelah dipastikan gagal merevitalisasi Pasar Tunggulsari dengan anggaran pemerintah pusat, pemkot tak lagi memasukkan rencana revitalisasi dalam APBD Kota Solo 2019.

“Tahun ini kami tidak mengusulkan kembali revitalisasi Pasar Tunggulsari. Untuk sementara, revitalisasi pasar itu ditunda dulu,” ujar Subagiyo.

Sebelumnya, pemkot berencana merevitalisasi pasar yang digunakan berjualan sekitar 110 pedagang itu. Ide merevitalisasi Pasar Tunggulsari terlontar tahun lalu, lantaran bangunan pasar sudah dianggap tidak representatif sebagai lokasi usaha. Revitalisasi itu bakal memadukan bangunan Pasar Tunggulsari dengan tanggul yang berada di dekatnya. Saat ini kondisi eksisting Pasar Tunggulsari berada di samping dan atas tanggul tersebut.

“Kami ingin membangun ulang Pasar Tunggulsari menjadi dua lantai. Nantinya ada akses penghubung tanggul dengan lantai dua pasar, agar pengunjung bisa leluasa keluar masuk,” paparnya.

Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo menambahkan, saat ini pemkot tengah merevitalisasi Pasar Legi. Pasar induk terbesar di Jawa Tengah itu saat ini lebih membutuhkan perhatian pemerintah.

“Kita terus usahakan agar anggaran dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi itu cair,” katanya. (irw/bun)

(rs/irw/fer/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia