Minggu, 24 Mar 2019
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Penerimaan Pajak Karanganyar Tertinggi

05 Januari 2019, 15: 58: 40 WIB | editor : Perdana

PERINGKAT KEDUA: Undian berhadiah bagi wajib pajak yang digelar BPPKAD Surakarta, baru-baru ini. Kota Solo menempati urutan kedua penerimaan pajak di Kanwil DJP Jateng II.

PERINGKAT KEDUA: Undian berhadiah bagi wajib pajak yang digelar BPPKAD Surakarta, baru-baru ini. Kota Solo menempati urutan kedua penerimaan pajak di Kanwil DJP Jateng II. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

SOLO – Penerimaan pajak di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Tengah II di 2018 mengalami pertumbuhan. Dibandingkan tahun sebelumnya, ada kenaikan penerimaan sebesar 14 persen. Dasri seluruh daerah di DJP Jateng II, Kabupaten Karanganyar mencatat penerimaan pajak tertinggi.

Meningkatnya penerimaan ini dikarenakan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak. Kepala DJP Jawa Tengah II, Rida Handanu mengatakan, penerimaan pajak di 2018 sebesar Rp 11,4 triliun. Data ini naik dari tahun sebelumya yang hanya Rp 9,9 trilliun. ”Jadi dibandingkan tahun lalu mengalami kenaikan sebesar 14 persen,” katanya kepada Jawa Pos Radar Solo saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (4/1). 

Pertumbuhan ini bisa dikatakan cukup besar. Selain itu menunjukkan sebagai indikator ekonomi yang semakin membaik. Plus kesadaran wajib pajak (WP) yang juga membaik. Kabupaten Karanganyar mencatat penerimaan tertinggi, yakni Rp 2,1 triliun. Bumi Intanpari mengalami pertumbuhan sebesar Rp 24 persen dari tahun lalu yang hanya Rp 1,7 triliun.

Posisi kedua disusul Kota Solo dengan penerimaan pajak sebesar Rp 1,72 triliun. Kota Solo juga mengalami kenaikan 17 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp 1,4 triliun. ”Ditambah lagi untuk wilayah Solo, target sudah hampir tercapai dari yang ditentukan. Yakni Rp 1,79 triliun,” tandas Rida. 

Sementara untuk penerimaan paling rendah yakni Kabupaten Purworejo yang hanya Rp 269 miliar saja. Meski begitu, Purworejo justru mengalami pertumbuhan penerimaan pajak sebesar 19 persen. ”Sebab Purworejo tahun lalu hanya menerima Rp 225 miliar saja,” urai Rida. 

Sayangnya meski ada pertumbuhan pajak secara keseluruhan, namun target pajak tahun ini tidak tercapai. Sebab Kanwil DJP Jawa Tengah II menargetkan capaian pajak Rp 12 triliun. Sedangkan penerimaannya hanya Rp 11 triliun. ”Tahun ini hanya terealisasi 91 persen saja,” beber Rida. (vit/fer)

(rs/vit/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia