Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Boyolali

Indrokilo Butuh Anggaran Puluhan Miliar

05 Januari 2019, 16: 19: 16 WIB | editor : Perdana

BELUM LENGKAP: Salah satu fasilitas berupa outbound yang ada di Kebun Raya Indrokilo Boyolali.

BELUM LENGKAP: Salah satu fasilitas berupa outbound yang ada di Kebun Raya Indrokilo Boyolali. (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali terus mengebut pembangunan Kebun Raya Indrokilo Boyolali (KRIB). Karena ditargetkan, KRIB akan diresmikan Mei mendatang. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Boyolali, Totok Eko YP, mengatakan, pembangunan dan penataan KRIB sudah lebih dari 85 persen.

Kendati demikian, ada beberapa fasiltas penunjang yang masih dalam proses pembangunan. Di antaranya membangun jembatan akses masuk. Plus sejumlah fasilitas pendukung lainnya. Bahkan, saat ini DLH sedang merampungkan replika bahtera Nabi Nuh.

Bahtera ini dilengkapi lukisan air. Menggambarkan saat bahtera itu digunakan Nabi Nuh menyelamatkan diri dari banjir bandang. ”Kekurangan dana secara keseluruhan termasuk akses jalan yang dikerjakan DPU mencapai lebih dari Rp 30 miliar,” kata Totok kepada Jawa Pos Radar Solo.

DLH juga berupaya menambah koleksi tanaman konservasi. Nantinya, di areal seluas 8,9 hektare ini bakal dilengkapi tanaman konservasi sebanyak lebih dari 20.000 batang. Tanaman dipilih dari wilayah Jawa bagian timur. ”Sehingga tujuan pembangunan kebun raya ini sesuai yang diharapkan. Yakni sebagai wahan pelestarian tumbuhan, penyedia ruang terbuka hijau, wisata, dan sarana edukasi,” papar Totok.

Salah satu sarana edukasi, yakni adanya Elektrolisa Banyu Udan (EBU). Mengubah air hujan menjadi air siap minum. Serta Taman Pojok Energi Baru yang terbarukan. Berbentuk kincir yang mampu mengubah berbagai energi menjadi cahaya.

KIRB dibangun sejak 2016.  Tahun pertama, pemkab menggelontorkan anggaran Rp 5,7 miliar untuk pembangunan fisik dan Rp 987 juta nonfisik. Tahun kedua, anggaran fisik yang dikucurkan mencapai Rp 9,3 miliar serta nonfisik mencapai Rp 549 juta.

Kemudian, pada 2018 dianggarkan Rp 7,2 miliar. Di antaranya digunakan untuk pembangunan jembatan, gazebo, area outbound, fitur lukisan kolam, dan patung Sosro Birowo.

Bupati Boyolali, Seno Samodro berharap sebelum puasa tahun ini, KRIB sudah bisa diresmikan. Sesuai dengan target yang dicanangkan sebelumnya. ”Kawasan ini juga bisa dimanfaatkan untuk belajar konservasi tanaman dan mengenal lingkungan,” imbuh Seno. (wid/fer)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia