Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Boyolali

Simpang Tiga Maut Resmi Dibuka Lagi

05 Januari 2019, 19: 35: 59 WIB | editor : Perdana

SEMOGA AMAN: Petugas gabungan Satlantas Polres Boyolali dan Dishub menyingkirkan water dan garis polisi sebagai penanda dibukanya lagi simpang tiga Wika, jalur Solo-Semarang, Jumat (4/1).

SEMOGA AMAN: Petugas gabungan Satlantas Polres Boyolali dan Dishub menyingkirkan water dan garis polisi sebagai penanda dibukanya lagi simpang tiga Wika, jalur Solo-Semarang, Jumat (4/1). (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI – Setelah lebih dari tiga bulan ditutup, median jalan Solo-Semarang, tepatnya di simpang tiga WIKA resmi dibuka, Jumat (4/1). Penutupan dilakukan pascalaka maut antara bus pariwisata dan Isuzu Panther yang menewaskan 7 orang, 13 Oktober lalu.

Dibukanya lagi simpang tiga WIKA sudah melalui pertimbangan dan masukan dari berbagai pihak. Syaratnya, di kawasan ini diberi pita kejut. Lalu dipasang alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL). APILL ini didanai pabrik beton PT WIKA melalui program corporate social responsibility (CSR).

Kasatlantas AKP Febriyani Aer mewakili Kapolres Boyolali, AKBP Kusumo Wahyu Bintoro mengakui simpang tiga Wika menjadi salah satu titik rawan kecelakaan. Terbukti dari banyaknya korban jiwa di lokasi tersebut.

”Kami hitung perkaranya. Jika dalam sebulan ada korban meninggal dunia sebanyak 10 orang, kami nyatakan sebagai blackspot. Batas kecepatan maksimal 80 km per jam. Tapi kendaraan yang melintas banyak yang melaju hingga 100 km per jam,” kata Febri kepada Jawa Pos Radar Solo. 

Direktur Teknik PT WIKA Beton, Sidik Purnomo mengapresiasi dibukanya lagi simpang tiga tersebut. Selain mengakomodasi kelancaran akses kendaraan berat pengangkut beton, juga untuk kepentingan umum. Sebab akses tersebut menjadi jalur kendaraan yang keluar atau masuk menuju gerbang tol Boyolali.

”Ditutup memang paling aman. Tapi pertimbangan di sini, juga dibuka untuk keluar-masuk ke jalur tol. Agar akses menuju pintu tol Boyolali semakin banyak,” tandas Sidik. 

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Boyolali, Untung Rahardjo menambahkan, APILL dan rambu-rambu lalu lintas lainnya sudah dipasang. Sebagai bentuk peringatan kepada pengendara untuk menaatinya. Pengendara dapat lebih waspada. Termasuk dengan adanya pita kejut sebelum dan sesudah simpang tiga.

”Pita kejut sangat penting untuk mengurangi kecepatan pengendara. Pengendara jarak jauh yang tak kosentrasi akibat jenuh atau kelelahan dapat kembali bangkit dan kembali meningkatkan kesadarannya,” imbuh Untung. (wid/fer)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia