Kamis, 23 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Solo

Soal Kenyamanan, Solo Jawaranya

06 Januari 2019, 08: 10: 59 WIB | editor : Perdana

SENTUHAN SENI: Warga melintasi hiasan ornamen motif batik "Ndalan Cilik" di gang Kampung Batik Laweyan, Kota Solo, Sabtu (5/1). Ditempat ini juga disajikan informasi tentang sejarah Kampung Batik Laweyan. Diharapkan, pengetahuan masyarakat dan wisatawan y

SENTUHAN SENI: Warga melintasi hiasan ornamen motif batik "Ndalan Cilik" di gang Kampung Batik Laweyan, Kota Solo, Sabtu (5/1). Ditempat ini juga disajikan informasi tentang sejarah Kampung Batik Laweyan. Diharapkan, pengetahuan masyarakat dan wisatawan y (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Ikatan Ahli Perencana (IAP) Indonesia memberikan predikat kepada Kota Solo sebagai kota paling nyaman dihuni. Hal tersebut mengungguli 26 kota lainnya di Indonesia yang ikut disurvei.

IAP merilis hasil survei independen sepekan lalu. Survei dilakukan di 26 kota dan 19 provinsi di tanah air. Setiap kota diwakili 100 hingga 200 warga sebagai responden. Hasilnya, 66,9 persen responden menilai Solo adalah kota paling layak huni di Indonesia. Disusul Palembang, Balikpapan dan Denpasar dengan persentase masing-masing 66,6 persen, 65,8 persen dan 65,5 persen. Tangerang Selatan, Semarang dan Banjarmasin mengekor di peringkat selanjutnya.

Survei juga melihat aspek memuaskan sebuah kota menurut masyarakat. Yakni pangan, tempat ibadah, air bersih, kesehatan, dan pendidikan.

Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo mengatakan, tingkat kenyamanan masyarakat Solo memang terus meningkat. Kota Solo juga pernah memperoleh predikat yang sama pada 2017. Predikat kota paling layak huni itu dianggap bukan isapan jempol.

“Kota Solo ini miniaturnya Indonesia. Masyarakat dari berbagai suku, agama, golongan, kelompok semua ada disini. Tetapi, semua bisa hidup dalam harmoni, tidak ada gesekan apapun,” katanya, Sabtu (5/1).

Harmoni itu, lanjut Rudy, dapat terwujud karena berbagai faktor. Salah satunya adalah kehadiran pemerintah dalam melayani tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras, dan golongan. Pemerintah berdiri di atas satu golongan. Selain itu, pemkot terus berusaha melayani kebutuhan dasar masyarakat.

“Kita cukupi dulu kebutuhan dasarnya. Pangan, papan, kesehatan, pendidikan, yang semua kita rangkum dalam visi misi pemkot Solo 3 WMP,” imbuhnya.

Visi misi itu dianggap mampu menduduki hasil survei tertinggi. “Semua aspek yang dilihat dalam survei itu kan sudah kita penuhi lewat visi dan misi. Tahun ini kami yakin Solo lebih nyaman untuk ditinggali,” tegasnya.

Wakil Wali Kota Surakarta Achmad Purnomo menambahkan, kebebasan yang bertanggung jawab menjadi kunci dari kenyamanan Kota Solo. Masyarakat lintas agama diberi hak dasarnya untuk beribadah sesuai keyakinan.

“Yang Islam, beribadah, pengajian dan lain-lainnya dipersilakan. Yang nasrani juga begitu. Hindu dan Buddha diberi ruang yang sama. Kita juga punya Forum Kerukunan Antar Umat Beragama, secara rutin pertemuan,” katanya. (irw/wa)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia