Rabu, 19 Jun 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

Persentase Kecelakaan Meningkat Drastis

07 Januari 2019, 16: 17: 13 WIB | editor : Perdana

MENGENASKAN: Salah satu kejadian kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Sragen.

MENGENASKAN: Salah satu kejadian kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Sragen. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Terjadi peningkatan angka kecelakaan di wilayah hukum Kabupaten Sragen. Berdasarkan evaluasi Polres Sragen,ternyata diketahui titik lokasi terjadinya kecelakaan cukup merata.  

Data Polres Sragen 2018, terdapat 1.136 kasus kecelakaan lalu lintas. Sebanyak 938 kasus terjadi akibat kelalaian manusia. Lantas penyebabnya karena faktor kerusakan jalan dan faktor cuaca buruk. Total pengendara yang meninggal dunia karena laka lantas ada sekitar 135 orang. Jumlah ini lebih besar ketimbang tahun 2017. Yang mana ada 218 kasus terjadi, dengan total 33 korban jiwa.

Kasatlantas Polres Sragen AKP Dani Permana Putra tidak menampik adanya peningkatan angka kecelakaan di Sragen. Hal ini juga tidak lepas dari semakin tingginya pengguna kendaraan. Pihaknya tidak memanipulasi laporan kecelakaan yang terjadi. Selain itu penyebab kecelakaan selalu didominasi dari kelalaian pengendara.

Pihaknya memetakan titik yang sering terjadi kecelakaan. Seperti diantaranya ruas jalan dalam kota di Beloran-Mungkung. Sedangkan dari timur ruas Pilangsari-Paldaplang, lalu sisi utara dari SPBU Kalijambe perbatasan dengan Kalioso, serta arah Sumberlawang ke arah Purwodadi hingga Sidoharjo sampai patung semangka Masaran.

”Di titik itu sudah kita deteksi jam terjadinya laka, yakni sekitar pukul 06.00-09.00 saat berangkat sekolah, lalu pukul 13.00-15.00 saat pulang sekolah, dan pukul 17.00- 19.00 saat orang pulang kerja dari pabrik,” terangnya

Pihaknya memasang beberapa titik lampu kedip dan MMT di beberapa titik laka. Selain itu berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) untuk memangkas pohon yang dahannya mengganggu jalan. Selain itu koordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) juga dilakukan untuk menambah marka. Yakni  mengganti marka putus-putus menjadi marka lurus.

Sementara itu di ruas Tanon-Gabugan dan Gabugan-Sumberlawang juga sering ada kecelakaan yang  melibatkan truk besar. Dia menyampaikan bahwa ruas tersebut seharusnya tidak dilintasi kendaraan besar, lantaran bukan kelas jalannya. ”Mungkin sopir truk memilih jalan tersebut agar tidak memutar dan ongkos lebih murah. Kita bersama dengan Dishub akan melakukan penindakan,” tegasnya. (din/nik)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia