Kamis, 14 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Bangunan Lama Difungsikan Jadi Museum

07 Januari 2019, 18: 52: 52 WIB | editor : Perdana

DIRENOVASI: Bangunan lama Kantor Perqwakilan Bank Indonesia Solo di Jalan Jenderal Sudirman.

DIRENOVASI: Bangunan lama Kantor Perqwakilan Bank Indonesia Solo di Jalan Jenderal Sudirman. (NOVITA RAHMAWATI/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Surakarta ingin menghidupkan kembali bangunan lama di Jalan Jenderal Sudirman (Jensud) Solo. Berdampingan dengan Balai Kota Surakarta. Rencana bagunan ini akan digunakan sebagai museum uang. Pembangunannya bakal dimulai dalam waktu dekat.

Deputi KPwBI Solo, Bidang Advisori dan Pengembangan Ekonomi Daerah, Taufik Amrozy mengaku rencananya pengerjaan museum akan dilaksanakan awal tahun. Diperkirakan pekerjaan memakan waktu enam bulan. ”Targetnya pertengahan tahun sudah bisa dibuka untuk umum,” ucapnya saat ditemui Jawa Pos Radar Solo, Sabtu (5/1).

Gedung lama KPwBI yang akan digunakan untuk museum ini memang sudah tidak difungsikan lagi. Seiring dipakainya gedung baru yang berada di sisi selatan. Pengerjaan proyeknya, digandeng sejarawan dari dua universitas terkemuka.

”Kami sudah konsultasi dengan sejarawan UGM dan UNS.  Selain itu kami menggandeng pihak terkait yang berkompeten mengenai hal ini,” imbu Taufik.

Pelibatan pihak lain dilakukan karena Museum BI akan menampilkan uang dari berbagai edisi, berikut sejarahnya. Sehingga ada muatan edukasi yang nantinya bisa diberikan kepada pengunjung. ”Saat ini penataan ruangan juga tengah dilakukan. Akan ada banyak uang yang ditampilkan. Meski pun tidak menutup kemungkinan sisi edukasi lainnya terkait BI,” paparnya.

Kehadiran museum ini diharapkan menambah pengetahuan masyarakat. Selain uang dari Indonesia, juga akan ditampilkan berbagai mata uang dari negara lain berikut sejarahnya. ”Rencananya juga akan ada uang yang edisinya sudah langka,” paparnya.

Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Surakarta, Hasta Gunawan mengapresiasi langkah KPwBI Solo. Selama beberapa tahun wisata di Kota Solo tidak banyak penambahan. Khususnya untuk tujuan edukasi seperti halnya museum. Dengan adanya Museum di BI tentunya akan menambah khasanah permuseuman di Kota Bengawan.

”Selama ini ada beberapa museum di Kota Solo yang cukup menarik perhatian wisatawan. Ada Museum Radya Pustaka dan Museum Keris yang dikelola pemerintah. Sedangkan museum yang dikelola swasta ada Batik Danar Hadi dan Museum Dullah. Harapannya dengan hadirnya ikon wisata baru, semakin menambah kunjungan wisatawan ke Solo,” tandasnya. (vit/fer)

(rs/vit/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia