Senin, 27 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Pendidikan
UN 2018 Memuaskan

Hanya 551 Siswa Miliki Nilai di Bawah Standar

08 Januari 2019, 12: 21: 25 WIB | editor : Perdana

FOKUS: Siswa SMP di salah satu sekolah di Solo tengah menjalani ujian nasional, tahun lalu.

FOKUS: Siswa SMP di salah satu sekolah di Solo tengah menjalani ujian nasional, tahun lalu. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO –  Pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surakarta ternyata cukup puas melihat rapor Ujian Nasional (UN) SMP di Kota Bengawan pada 2018 menunjukkan hasil memuaskan. Capaian nilai rata-rata UN SMP Kota Surakarta melampaui nilai rata-rata tingkat provinsi dan nasional. 

Kepala Disdik Kota Surakarta, Etty Retnowati menjelaskan rata-rata jumlah nilai semua mata pelajaran, di atas standar. Masih ada sekitar 551 siswa atau lima persen yang nilainya di bawah standar untuk Bahasa Indonesia. 38 persen untuk Bahasa Inggris dan 35 persen untuk Matematika. Tidak ada cakupan materi yang di bawah standar untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia. 

"Cakupan materi yang capaiannya masih di bawah standar pada Bahasa Inggris adalah unsur kebahasaan. Matematika adalah aljabar, geometri, dan pengukuran. Sementara IPA adalah pengukuran zat dan sifatnya,” ucap kepada Jawa Pos Radar Solo di meja kerjanya, kemarin.

Etty menyebut capaian daya serap kompetensi siswa di Kota Surakarta untuk materi Bahasa Indonesia sebesar 74,85 persen. Sementara di tingkat provinsi hanya 66,58 persen dan di tingkat nasional hanya 58,87 persen. Daya serap kompetensi untuk Bahasa Inggris sebesar 59,23 persen. Sementara di tingkat provinsi hanya 47,48 persen dan di tingkat nasional hanya 48,29 persen. Daya serap kompetensi untuk IPA sebesar 70,63 persen. Sementara di tingkat provinsi hanya 63,01 dan di tingkat nasional hanya 58,24 persen.

”Kami berharap hasil UN tahun ini meningkat lebih baik. Kami minta hasil ini untuk dievaluasi, melalui Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Agar MGMP serius meningkatkan daya serap siswa,” jelasnya.

Etty mengaku pihaknya akan segera mengumpulkan kepala sekolah untuk menyosialisasikan hasil ini. Agar hasil UN SMP tahun ini dapat lebih baik dan tetap di atas hasil provinsi dan nasional.

”Strateginya kami akan menyasar ke MGMP. Mereka harus sering bertemu untuk diskusi, menggelar workshop, dan membahas soal-soal. Kalau di tingkat SD, kami akan menyasar Kelompok Kerja Guru (KKG),” sambungnya.

Untuk persiapan UN tahun ini, lanjut Etty, pihaknya sedang mendata sekolah yang bergabung di sekolah lain untuk mengadakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Sebagai informasi, penyelenggaraan UN tahun lalu di Kota Bengawan sudah 100 persen menggunakan komputer.

”Sekarang kami sedang mendata sekolah yang tahun lalu bergabung, apakah tahun ini masih bergabung atau tidak. Kalau masih bergabung, apakah tempatnya masih sama atau tidak. Kami sedang menunggu sekolah swasta. Kalau sekolah negeri sudah tidak ada masalah,” imbuhnya.

Saat ini, Daftar Nominasi Sementara (DNS) yang mengikuti UN sudah rilis. Disdik Kota Surakarta sedang dalam proses cross check dengan pihak sekolah terkait DNS.

”Yang kami ketahui, UN SMP diselenggarakan akhir April. Kami belum bisa sampaikan secara pasti karena belum ada sosialisasi dari pusat,” pungkas Kepala Bidang SMP Disdik Kota Surakarta, Bambang Wahyono. (aya/nik)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia