Kamis, 14 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Karanganyar

Tanggal 20 Februari Bakal Dijadikan Sebagai Hari Libur Daerah 

08 Januari 2019, 15: 25: 20 WIB | editor : Perdana

Tanggal 20 Februari Bakal Dijadikan Sebagai Hari Libur Daerah 

KARANGANYAR – Untuk bisa mengoptimalkan proses pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak yang bakal digelar oleh pemerintahan kabupaten Karanganyar pada tangal 20 Februari 2019 mendatang berjalan dengan baik dan sukses. 

Pemerintah kabupaten Karanganyar memastikan bahwa tangal 20 Februari 2019 nanti bakal ditetapkan sebagai hari libur daerah. 

Hal tersebut diketahui setelah Bupati Karanganyar Juliyatmono yang saat itu memimpin rapat koordinasi persiapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di ruang podang Setda Kabupaten Karanganyar Selasa (8/1). Menerima usulan dari bagian pemerintahan kabupaten Karanganyar untuk menetapkan tanggal 20 Februari sebagai hari libur daerah. 

“Tolong nanti untuk segera dibuatkan surat untuk penetapan hari libur daeraeh pada tanggal 20 Februari itu, dan nanti disebarkan ke sejumlah instansi-instansi baik pemerintahan atau non pemerintahan, tolong Forkopimcam juga koordinasikan dengan sejumlah pabrik – pabrik yang ada di wilayah masing – masing,” ucap Bupati. 

Bupati mengharapkan dengan ditetapkannya tanggal 20 Februari 2019 sebagai hari libur Daerah tersebut, nantinya warga masyarakat khususunya warga Karanganyar bisa menggunakan hak suara mereka untuk mimilih calon kepala desa dimasing – masing desa yang mereka tinggali. 

“Yang susuh itu kadang perusahan – perusahaan, tolong untuk dikomunikasikan, saya perintahkan Forkopimcam. Untuk karyawan pabrik tidak usah masuk. Karena ini nanti juga akan menjadi tolak ukur untuk pelaksanaan pemilu bulan April mendatang,” tegas Bupati. 

Sementara itu Kepala Bagian Pemerintahan Kabupaten Karanganyar Timotius Suryadi, mengaku usulan untuk hari libur daerah pada 20 Februari tersebut diusulkan mengingat, dari 162 Desa yang ada di Kabupaten Karanganyar 145 Desa serentak melaksanakan proses pemilihan kepala desa.

“Hampir 80 persen desa yang ada di Kabupaten Karanganyar menggelar pelaksanaan pilkades, kami berikan kesempatan bagi masyarakat untuk dapat menggunakan hak suara mereka untuk memilih pemimpin mereka yang ada di tingkat desa,” ucap Timotius. (rud)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia