Jumat, 22 Mar 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Digugat, Satreskrim Tak Bergeming

08 Januari 2019, 20: 20: 08 WIB | editor : Perdana

Digugat, Satreskrim Tak Bergeming

SOLO – Satreskrim Polresta Surakarta tenang menanggapi gugatan praperadilan yang diajukan tersangka tindak pidana penipuan dan penggelapan senilai Rp 500 juta Siti Maryani kepada Pengadilan Negeri (PN) Surakarta. Itu karena kepolisian optimistis langkah mereka sesuai prosedur dalam penetapan tersangka.

“Nyatanya, berkas perkara (Siti Maryani,Red) yang telah kami limpahkan ke JPU (jaksa penuntut umum, Red) telah dinyatakan lengkap atau P21. Jadi sudah telat mereka (penggugat, Red) kalau melakukan praperadilan. Seharusnya sebelum P21,” ujar Kasat Reskrim Polresta Surakarta Kompol Fadli kemarin.

Terkait tudingan penggugat bahwa dugaan penipuan dan penggelapan yang dilaporkan awal Desember 2017 tidak memenuhi unsur pidana dan hanya masalah keperdataan, Fadli mengatakan hal tersebut hanya persepsi pihak tersangka. “Itu sah-sah saja, ya nanti kita lihat saja bagaimana putusan hakim,” tuturnya.

Sekadar informasi, gugatan praperadilan tersebut telah disidangkan di PN Surakarta Jumat (4/1). Siti Maryani lewat pengacaranya M. Syafri Noer menegaskan, penanganan perkara terhadap kliennya tidak sesuai ketentuan KUHAP dan Peraturan Kapolri Nomor 14 Tahun 2012 tentang Manajemen Penyidikan Tindak Pidana. Sebab, penetapan kliennya sebagai tersangka tanpa melalui proses penyelidikan terlebih dahulu.

Menurut Syafri, hasil gelar perkara di Polda Jateng, kasus yang menimpa kliennya tidak memenuhi unsur tindak pidana. Tapi, perdata, sehingga penyidikan kasus ini dihentikan.

Lalu muncul laporan kedua pada 28 Februari 2018 dengan subjek, objek, dan perkara yang sama. “Berdasar laporan kedua tersebut, terbit sprindik (surat perintah penyidikan, Red) sesuai hari dan tanggal laporan hingga kliennya ditetapkan sebagai tersangka. Ini janggal, tidak sesuai prosedur, tidak memenuhi hukum formil. Penetapan klien saya sebagai tersangka harus dibatalkan dan dihentikan penyidikannya,” terang Syafri. (atn/wa)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia