Rabu, 13 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Hanya Pedangang yang Aktif Dapat Selter WGM

08 Januari 2019, 20: 57: 38 WIB | editor : Perdana

LOKASI BARU: Pedagang mengecek kondisi selter di objek wisata Waduk Gajah Mungkur.

LOKASI BARU: Pedagang mengecek kondisi selter di objek wisata Waduk Gajah Mungkur. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI – Selter pusat jajan dan oleh-oleh di objek wisata Waduk Gajah Mungkur (WGM) telah dibagikan kepada pedagang dengan cara diundi kemarin (7/1). Tidak seluruh pedagang mendapatkan selter. 

Dengan pembagian selter itu, para pedagang yang semula berjualan di sekitar lapangan, taman bermain, jalur kereta kelinci, ruang pajang jet sky objek wisata setempat bisa menempati lokasi yang lebih nyaman.

"Hari ini (kemarin,Red) kita undi supaya adil," ujar Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) objek wisata WGMWaduk Gajah Mungkur Pardiyanto, Senin (7/1). 

Ada lima zona selter yang disediakan pemkab untuk mengakomodasi pedagang. Yakni, zona minuman, makanan, ikan goreng, suvenir dan pakaian. 

"Anggaran untuk pembangunan sentra kuliner dari APBD Wonogiri 2018 senilai Rp 1 miliar dan dana alokasi khusus Rp 1,4 miliar," ungkapnya. 

Ditambahkan Pardiyanto, setidaknya ada 403 pedagang yang tercatat di objek wisata WGM. Sebagian besar sudah ditata di sentra kuliner pada 2017. Kemudian 120 pedagang difasilitasi selter di sentra kuliner yang dibangun dari APBD dan dana alokasi khusus (2018). "Masih ada 53 pedagang yang belum bisa masuk ke selter," terang Pardiyanto. 

Puluhan pedagang tersebut masuk kategori tidak aktif berjualan setiap harinya. Mereka hanya berjualan pada saat-saat tertentu. Untuk penataannya, diarahkan ke sentra kuliner yang tidak memakai atap.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata Kabuapaten Wonogiri Sentot Sudjarwoko memberikan warning kepada pedagang ikan yang menjual ikan tidak layak konsumsi. Bila terbukti, oknum pedagang bersangkutan akan diusir dari objek WGM. 

"Tahun ini kita juga akan mengadakan pelatihan terkait higienisitas makanan. Kita juga bekerja sama dengan dinas kesehatan untuk pengawasan," terangnya. (kwl/wa)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia